Archive for November, 2015

KRL Memories

Di KRL, tanganku masih erat berpegangan di handle kereta. Capek juga berdiri. Masih belum ada kursi kosong yang bisa kutempati.
Aku jadi teringat kejadian satu minggu lalu.

***

Lelaki ini menghilangkan mood ku. Aku jadi tidak semangat lagi untuk mengelilingi kota tua yang begitu ingin ku kunjungi ini.
“Mau kemana lagi?” tanyanya.
“Pulang” jawabku singkat.

Beberapa saat kemudian kami pun sudah di kereta. Berkat dia aku bisa langsung dapat tempat duduk. Detik selanjutnya kami ngobrol asik.
Ah ternyata dia orang yang menyenangkan juga.
Kenapa tadi pas di kota tua dia begitu menyebalkan.

Di stasiun berikutnya, ada dua orang cewe yang berdiri di hadapan kami. Mereka bercerita dengan serunya. Kami pun terdiam. Aku juga jadi asik mendengarkan cerita cewe itu. Tentang pengalamannya di kereta, tentang orang yang slalu diperhatikannya tiap naik kereta dan tentang curahan hatinya haha…

Stasiun Gondangdia, ada yang turun, kemudian kedua wanita itu dengan semena2nya duduk di antara kami. Kami pun berpandangan dari belakang. Ah sudahlah, aku tidur saja.

Tidurku tak nyenyak karena nanti di Tebet dia akan turun. Masa aku tidur dan tidak ber say gudbay.

Stasiun Tebet, kami berpandangan lagi. “Aku antar sampe Bogor” katanya. Aku ternganga. “Sudah kamu tidur aja” sambungnya.

Aku pun mulai memejamkan mata.
Ahhh… Kenapa dia jadi so sweet??
Atau jangan2 dia belum pernah ke Bogor, jadi sekalian? Haha…

Oke, mari tidur.
Aku tidur dengan nyenyaknya sampai mendengar pemberitahuan di Stasiun Depok. Aku membuka mata dan lelaki ini berdiri di hadapanku. Sumpah itu adegan romantis banget, kalo kalian pernah nonton drama korea pasti gampang membayangkannya.
Posisiku duduk dan dia berdiri di hadapanku seolah sedang menjagaku yang sedang tidur.
Aku pura2 tidur lagi aja ahhh… Hahaha…

image

Ilustrasi nya sama seperti gambar. Aku yang duduk dan dia berdiri di hadapanku seolah menjaga dan sambil memandangiku yang sedang tidur haha…

Stasiun Bogor…
Aku terbangun. Dan disambut dengan ucapan “gimana puas tidurnya?” dia sudah duduk disampingku.
“Haha puas banget” sahutku.
“Yuks turun” ajaknya.
Kami pun berjalan berdampingan. Ia mengantarku sampe pintu keluar dan ia kembali ke Jakarta.

***
“Jay…  Woy jangan ngelamun. Tuh siap2 Ibu itu mau turun, buruan rebut kursinya” kata Irma.
Ahhh… Tak ada lagi lelaki itu yang bisa menjagaku.

Advertisements

Leave a comment »