The Ending ???

Hari ini benar2 tak ada kerjaan. Bete. Sepi. Sendiri. Entah kemana mereka yang slalu menemani.

Aku pun jadi punya banyak waktu buat blogwalking. Nyasar ke blognya bang Ichal : monstreza.wordpress.com.
Nemu postingan yang mengena di hati. Tiba2 merasa jleb banget. Apakah endingnya akan seperti itu???

Ini aku copy kan postingannya.

Sebelum terlahir kembali, Srikandi adalah
Amba. Perempuan cantik, kekasih seorang
pria bernama Salwa. Tak ada kalimat yang
paling tepat untuk menggambarkan betapa
cantiknya Amba, dan betapa beruntungnya
Salwa yang bisa menaklukkan Amba..
Kecantikan Amba terkenal sampai ke pelosok
negeri. Senyumannya memikat siapa pun. Tak
terkecuali Bishma, pangeran dari Kerajaan
Kurukshetra. Dan cinta Bishma tak bertepuk
sebelah tangan. Amba ternyata juga
mencintainya. Cinta yang begitu membutakan
dan memabukkan. Yang bahkan membuatnya
rela mengkhianati Salwa.
“Siapa yang paling kamu cinta di dunia ini?”
tanya Bishma.
“Kamu.”
“Tidak ada yang lain?”
“Tidak ada.”
Bishma bahagia. Di hatinya hanya ada Amba.
Dia pikir cinta mereka sempurna. Namun
siapa yang sanggup lama-lama menutupi cinta
berbumbu pengkhianatan? Yang awalnya
kabar angin dan kabar burung sekarang
menjadi mimpi buruk dan rasa bersalah bagi
Bishma. Kenyataan bahwa Dewi Amba
sesungguhnya telah memiliki kekasih
bernama Salwa.
***
“Saya hanya mencintai kamu,” bisik Bishma.
“Tapi saya tidak bisa terus-menerus seperti
ini.”
“Kamu kenapa, Bishma?”
“Saya tahu semuanya, Amba.” Bishma
berusaha tetap tenang. “Kamu milik orang
lain. Saya tidak mau berbagi hati. Saya harus
melepaskan kamu.”
Amba terdiam. Jauh di dalam hatinya,
sebenarnya ia pun tak tahu siapa yang lebih
dia cinta. Salwa dengan cinta yang
membebaskan, atau Bishma dengan cinta yang
membuatnya nyaman.
***
“Saya memaafkan kamu, Amba,” ujar Salwa
getir. “Bahkan sebelum kamu meminta
maaf.”
“Salwa. Jangan pergi,” rengek Amba.
Peluknya semakin kencang. “Katakan apa
yang harus saya lakukan agar kamu benar-
benar memaafkan saya.”
“Saya sudah memaafkan kamu,” ujar Salwa
lagi. Dilepaskannya tangan yang melingkar
itu perlahan. “Tapi saya tidak mau terus-
menerus tersiksa. Kalau kamu memang
mencintai dia, saya tidak punya pilihan lain.”
“Saya sudah meninggalkan dia, Salwa.”
“Berarti sekarang saatnya saya yang
meninggalkan kamu,” tegas Salwa.
Tangis Amba pecah. Dia tahu, hatinya telah
berhadapan dengan harga diri dua orang
laki-laki. Yang sesungguhnya sama-sama
mencintainya, namun sama-sama merasa
dikhianati.
***
“Bishma. Saya minta maaf.”
“Cukup, Amba.”
“Kalau bukan kamu yang mengerti saya, lalu
siapa lagi?”
“Kamu berhak bahagia, meski tidak bersama
saya.”
“Tapi saya hanya mau kamu, Bishma.”
“Dan saya hanya mau kamu pergi.”
(End)
***

Apakah mencintai 2 orang itu sebuah kesalahan?
Bukankah cinta itu sebuah elemen tak terbatas?
Bahkan aku pun tak tahu siapa yang lebih kucinta.
Aku hanya tahu bagaimana cara mencintai mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: