Archive for May, 2015

Life, Love, Chosen

Ada 2 tipe lelaki di dunia ini.

1. Goodboy
Tipe ini yang kaya cowo2 di drama korea, ftv dan fairytale

2. Badboy
Tipe ini adalah yang ada di kehidupan nyata

Aku slalu mendambakan goodboy tapi kenyataan slalu mendapatkan badboy.

image

Kayanya penelitian tersebut benar. Aku sering mengalaminya. Begitu juga kali ini.
Pagi2 aku bbm Ina dan menceritakan semuanya. Ya setelah begitu lama kusimpan rahasia dunia itu. Setelah selama ini begitu membahagiakan dengan si badboy.

Tiba2 malamnya si badboy mutusin gue. What’s the hell?
Kenapa semacam kebetulan kah? Saat aku mencoba kembali mendapatkan sahabatku justru si badboy harus pergi.
Tak berapa lama Yanti pun muncul di whatsapp. Apa2an ini? Kemarin2 gue nyari Yanti kemana2 karena hilang tak ada kabar. Kenapa sekarang dia muncul di saat seperti ini?

Kemudian si Rama curhat tentang tetangganya yang rempong, lalu Heni yang ngajak cerita2 nostalgia.

Entahlah semua hadir untuk apa. Untuk membuktikan bahwa mereka slalu ada atau untuk membuktikan bahwa penelitian itu benar haha…

Yang bertahan pasti akan bertahan.
Yang pergi biarkanlah pergi.

Berita baiknya : sepertinya ujian kesabaranku sudah selesai. Yap, aku terlalu banyak harus bersabar untuk menghadapi si badboy. Entah hasilnya aku lulus atau tidak tapi ujian telah berakhir.

Happiness is when the badstuff is go.

Selamat malam, jangan lupa bahagia !!!

Advertisements

Leave a comment »

Masih Remaja??

Dulu aku termasuk orang yang paling mudah minta ijin buat jalan2. Di saat teman yang lain orangtuanya pada rempong. Orangtuaku malah dengan santainya membebaskanku.
Aku senang sekali saat itu. Merasa dipercaya.

Tapi…
Semakin kesini aku semakin merasa aneh.
Tadi aja pas aku mau jalan en bilang sama abah. Abah say “pulangnya jangan malam2 yah” #jleb.

Aku berasa seperti remaja ABG lagi. Aku sudah 28 tahun loh dan jam pulangku masih dibatasi. Hiks…
Rasa kesal tak ada sama sekali, cuma merasa sedih karena dianggap masih remaja dan tidak dipercaya.

Kemudian aku melihat dp bbm seorang teman. Isinya gini ” kita begitu sibuk di luar dan melupakan bahwa mereka semakin tua. Sayangi orangtua kita”.

*tear

Ya, pasti karena itu.
Dulu saat aku masih kecil, masih remaja orangtua ku pasti masih berpikirnya biarlah dia menikmati masanya.
Sekarang, mereka yang ingin menikmati masanya, masa bersama anak mereka.

Forgive me abah… mama…
Maafkan anakmu yang lebih suka di luar rumah ini.
Love u both more and more…

Leave a comment »

Menunggu

Berawal dari aku nulis status di bbm “menunggu”. Iya soalnya aku lagi nunggu sms banking dari BRI dan juga nunggu duit lain2 dibagikan gitu dee…

Nah kemudian aku jadi terpikir sesuatu. Ternyata inti dari hidup kita ini adalah menunggu. Malam menunggu pagi. Siang menunggu waktu sholat. Menunggu waktu makan. Menunggu jodoh datang *eh. Hingga menunggu kematian.

Jadi ya tinggal kita saja mengisi waktu menunggu itu dengan cara apa. Ga usah dituliskan lah yaaa secara sudah pada tau semua.
Disini tentu saja aku ingin menggarisbawahi tentang menunggu jodoh. Hahaha always.

Tentang sebuah pernikahan. Ternyata terbagi ada 2 jenis orang. Yang siap materi dan siap mental.

#Orang 1 : punya niat menikah, punya pekerjaan tapi belum mapan

“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Sampai kapan kita harus menunggu. Sungguh aku sangat ingin menghalalkanmu. Tapi bagaimana bisa kalau gajiku habis di bulan itu juga. Aku ga punya tabungan.”

Ini tipe orang yang katanya sih kayanya serius. Sudah ngomong2 aje gitu tentang menghalalkanmu. Tapi terkendala MATERI.

#Orang 2 : pekerjaan oke, mapan, tapi belum niat menikah

“Aku belum siap berkomitmen. Aku masih ragu untuk bersamamu, dengan semua ego dan sifat keras kepala kita. Jarak ini juga membuatku berpikir lagi. Aku tak bisa menikah tapi secara raga terpisah.”

Kalo yang ini tipe suka nyari2 alasan biar planning menikahnya dipending dan pending. Entah kapan siapnya.

Oke… jadi itu tadi 2 tipe orang tentang itu. Itu itu itu itu hahahaha….
Kamu yang mana guys???

Leave a comment »

The Ending ???

Hari ini benar2 tak ada kerjaan. Bete. Sepi. Sendiri. Entah kemana mereka yang slalu menemani.

Aku pun jadi punya banyak waktu buat blogwalking. Nyasar ke blognya bang Ichal : monstreza.wordpress.com.
Nemu postingan yang mengena di hati. Tiba2 merasa jleb banget. Apakah endingnya akan seperti itu???

Ini aku copy kan postingannya.

Sebelum terlahir kembali, Srikandi adalah
Amba. Perempuan cantik, kekasih seorang
pria bernama Salwa. Tak ada kalimat yang
paling tepat untuk menggambarkan betapa
cantiknya Amba, dan betapa beruntungnya
Salwa yang bisa menaklukkan Amba..
Kecantikan Amba terkenal sampai ke pelosok
negeri. Senyumannya memikat siapa pun. Tak
terkecuali Bishma, pangeran dari Kerajaan
Kurukshetra. Dan cinta Bishma tak bertepuk
sebelah tangan. Amba ternyata juga
mencintainya. Cinta yang begitu membutakan
dan memabukkan. Yang bahkan membuatnya
rela mengkhianati Salwa.
“Siapa yang paling kamu cinta di dunia ini?”
tanya Bishma.
“Kamu.”
“Tidak ada yang lain?”
“Tidak ada.”
Bishma bahagia. Di hatinya hanya ada Amba.
Dia pikir cinta mereka sempurna. Namun
siapa yang sanggup lama-lama menutupi cinta
berbumbu pengkhianatan? Yang awalnya
kabar angin dan kabar burung sekarang
menjadi mimpi buruk dan rasa bersalah bagi
Bishma. Kenyataan bahwa Dewi Amba
sesungguhnya telah memiliki kekasih
bernama Salwa.
***
“Saya hanya mencintai kamu,” bisik Bishma.
“Tapi saya tidak bisa terus-menerus seperti
ini.”
“Kamu kenapa, Bishma?”
“Saya tahu semuanya, Amba.” Bishma
berusaha tetap tenang. “Kamu milik orang
lain. Saya tidak mau berbagi hati. Saya harus
melepaskan kamu.”
Amba terdiam. Jauh di dalam hatinya,
sebenarnya ia pun tak tahu siapa yang lebih
dia cinta. Salwa dengan cinta yang
membebaskan, atau Bishma dengan cinta yang
membuatnya nyaman.
***
“Saya memaafkan kamu, Amba,” ujar Salwa
getir. “Bahkan sebelum kamu meminta
maaf.”
“Salwa. Jangan pergi,” rengek Amba.
Peluknya semakin kencang. “Katakan apa
yang harus saya lakukan agar kamu benar-
benar memaafkan saya.”
“Saya sudah memaafkan kamu,” ujar Salwa
lagi. Dilepaskannya tangan yang melingkar
itu perlahan. “Tapi saya tidak mau terus-
menerus tersiksa. Kalau kamu memang
mencintai dia, saya tidak punya pilihan lain.”
“Saya sudah meninggalkan dia, Salwa.”
“Berarti sekarang saatnya saya yang
meninggalkan kamu,” tegas Salwa.
Tangis Amba pecah. Dia tahu, hatinya telah
berhadapan dengan harga diri dua orang
laki-laki. Yang sesungguhnya sama-sama
mencintainya, namun sama-sama merasa
dikhianati.
***
“Bishma. Saya minta maaf.”
“Cukup, Amba.”
“Kalau bukan kamu yang mengerti saya, lalu
siapa lagi?”
“Kamu berhak bahagia, meski tidak bersama
saya.”
“Tapi saya hanya mau kamu, Bishma.”
“Dan saya hanya mau kamu pergi.”
(End)
***

Apakah mencintai 2 orang itu sebuah kesalahan?
Bukankah cinta itu sebuah elemen tak terbatas?
Bahkan aku pun tak tahu siapa yang lebih kucinta.
Aku hanya tahu bagaimana cara mencintai mereka.

Leave a comment »

Katanya…

Katanya… hingga sejauh ini dia masih tak yakin padaku.

Katanya… aku dan dia tipikal yang sama dalam beberapa hal.

Sungguh… katanya itu membuatku tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Aku tak suka begini.
Lagi2 seperti dipermainkan takdir.
Aku ingin lari, pergi sejauh2nya.

Tapi tidak…
Terlalu angkuh untuk menuruti semua ego.

Katanya kembali terngiang… di saat dia tak yakin kenapa aku tak pernah berusaha meyakinkannya?
Di saat semua terasa berat… kenapa aku tak suka berada di sampingnya?

Kali ini aku memilih bertahan.
Meredam semua ego.
Belajar dari kesalahan.
Memperbaiki masa depan.

Leave a comment »

Trip Tamiang (3)

Pagi2 gue sudah request nasi kuning ma Husain haha… Kita pun sarapan nasi kuning dan lanjut menuju dermaga Teluk Aru.
Itu sekitar 1 jam karena kita muter. Jalan pintasnya parah en ga bisa dilewati mobil padahal kan rombongan Bang Ardi pake mobil.
Nyampe dermaga rasanya sudah tepos tapi tetap semangat buat foto2 haha…
image

image

Naik kapal dan ternyata Yanti mabuk laut haha…
Mana perjalanan panjang cuyy sekitar 3 jam menuju pulau Birah. Banyak spot indah yang kita lewati.
Sebelumnya mampir ke Pulau Kerayaan. Itu aku dan Ayu udah ngomel aja, masa ini pulaunya? Kok kaya gini aja? Haha untungnya bukan. Ternyata kita mampir buat isi solar aja disitu.

Siang kita sampe Pulau Birah. Kapalnya ga bisa merapat karena dangkal. So kita harus langsung nyebur aje gitu. Si Husain sok2 mau gendong gue. Tapi ga deh… asikan juga nyebur haha…

Si Ayu langsung ngilang aja foto2 ma Aan. Akuh ma siapa donk? Haha…
image

Kita foto2 dan Husain nyuruh kita makan. Makan nebeng keluarganya Bang Ardi haha…
Makan deh… enak donk kan gratis haha…
Selesai makan santai di bawah pohon.
image

Husain ajak ke pantai sebelah. Katanya lebih indah. Tapi Nisa dan Yanti ga mau. Akuh jadi dilema. Ayu dan Aan sudah cuss aja.
Ya sudahlah aku disini aja sama mereka. Husain ga menyerah buat ngajak aku. Dia sudah sampe ngulurin tangan gitu. So swiitt… Aku mau deh. Eh Nisa mau juga. So kami bertiga. Di tengah jalan Nisa menyerah lagi. OMG… aku jadi dilema lagi dan akhirnya karena ga enak ninggalin Nisa aku ga jadi deh ikut Husain. Pas itu terngiang aja gitu kata2 Nisa “aku ga akan ninggalin kamu Jay”. Langsung jadi merasa ga tega ninggalin dia padahal aku juga pengen ke pantai sebelah.

Nih foto pantai sebelah…
image

image

Ayu dan Aan balik. Terus ngelihatin foto dan menyayangkan kenapa aku ga ikut. Si Nisa langsung nyahut “sudah ga usah disesali”. Kami smua pun langsung diam.
Bang Ardi juga ngomporin kenapa aku ga ikut. Terus Husain mana Husain.
Huwaaaa Husain hilang.
Semua orang langsung ribut dan berpencar nyari Husain. Baru ini dalam sejarah guide nya hilang haha…
Mana tuh ibu2 di kapal pada cerita mistis. Katanya sering ada orang ngilang gitu ga diketemukan lagi. Aku jadi makin takut dan menyesal ga nemenin Husain tadi.
Waduh Husain mana? Jaga dia Tuhan…

Semuanya sudah keliling dan Husain tetap ga ada. Eh ni kapal sudah langsung berangkat aja. Hah? Jadi Husain ditinggal nih? Aku ga ngerti juga dengan jalan pikiran ibu2 itu. Katanya kita nyari Husain pake kapal aja. Perasaan ribet deh.
Kita makin jauh dari pulau. Husain mana yaa??? Aku benar2 tidak tenang.

Eh tiba2… ada lumba2. Huwaaa… aku langsung ribut. “Nisaa… kamera sa kamera. Ada lumba2”. Semua orang di kapal pun langsung ribut pada mau lihat lumba2.

Selesai lihat lumba2 terlihat Husain melambai dari pulau sana. Aahhh… untung Husain hilang, kita jadi bisa lihat lumba2 deh haha..
Rasanya senang banget bisa lihat lumba2 tapi lebih seneng lagi lihat Husain selamat *eh

Ternyata itu si Husain tadi ngelihat penyu. Ih jahat ih orang khawatir dia malah asik.
Pulangnya kita semua duduk di atas kapal. Seruuu banget. Tapi sedih juga lihat muka gosong haha…
image

Dapet sunset pas di kapal. Gue sama Husain, kurang romantis apalagi coba? Haha…
image

Sampe Lontar langsung makan en lihat pasar malam. Terus lihat foto2 dari kamera Husain. Dan tiduurrr…

Hari Minggu, waktunya pulaaang…
Perjalanan melelahkan itu harus kami lewati lagi. Harusnya sih lebih expert ya. Tapi ternyata malah bruukkk… aku dan Nisa have accident haha…
Menambah rekor jatuhku saja.

Nih foto2 pas jalan pulang.
image

image

Sampe Batulicin jalan2 dulu. Makan di Vita dan langsung diprotes karena keluar dari jalur backpacker haha…

Sorenya teman2 balik ke Martapura dan Yanti ke Kandangan.
Terimakasih Husain, Ayu, Aan, Yanti dan Nisa untuk trip menyenangkan ini.
Sampe jumpa di trip berikutnya…

Note :
Nasi Kuning = 10.000
Lontong = 10.000
Share cost kapal menuju Pulau Birah = 43000 (sewa kapalnya 600ribu bagi kami 14 orang)
Makan di Vita = 50.000 (ini optional haha)
Nyebrang Fery = 26000
Makan nasi goreng di Lontar = 20.000
Ngasih guide = 150.000 (share kami ber5 jadi 30.000. Ini juga optional karena Husain ga ngasih tarif)
Ngisi bensin = 30.000

Leave a comment »

Trip Tamiang (2)

Dari dermaga Teluk Tamiang ke Tanjung Kunyit tidak membutuhkan waktu lama. Mungkin 30 menit. Dan Tanjung Kunyit lebih indah cuuyy….

Kita ga bisa terlalu lama menikmati pantainya karena tujuan utama kita adalah mercusuar.
Melewati perkampungan yang jalannya dibeton kemudian jalan tanah yang semakin menanjak dan menanjak.
Aihhh adeks lelah kakaks…

Ni gara2 si Husain ngajak jalan ke ujung pas di teluk tamiang tadi niii… jadinya sekarang pas hiking habis tenaga gue.
Di tengah jalan Husain bilang dia mau pepsi (*pipis). Gue jalan sendiri deh. Jadi aku itu di tengah2. Bang Ardi ma Yanti sudah duluan di depan. Tadinya aku ma Husain tapi sekarang aku sendirian dan bingung sodara. So aku nunggu teman yang lain aja deh. Akhirnya Ayu dan Aan muncul. Kita bareng bertiga deh.

Ga berapa lama Husain nelpon en bilang dia dan Nisa ga jadi naiikk… OMG kita smua langsung down. Terus kita gimana?
Dengan sedikit tenaga yang tersisa kita pun lanjut.
Rasanya puas dan lega ketika akhirnya sampe juga. Huwaaa….
Pas naik mercusuarnya itu si Aan pake takut2 lagi. Pas moto di atas aja kaya gemetar gitu dan berefek pada foto yang blur. Mana tongsis di tas nya Nisa. Hiks akuh sedih.
image

Kita salah timing nih, harusnya tadi pas sampe langsung ke Tanjung Kunyit aja siang itu baru sorenya main di Teluk Tamiang. Jadi bisa dapat sunset di Tamiang en juga pas di atas mercusuar ga se’berangin ini. Ngeri banget temans sore2 di atas, anginnya seraammm…

Pas adzan Magrib kita sampe di bawah. En langsung cuss naik kapal balik ke Lontar. Jadinya kita ga ada foto2 di pantai Tanjung Kunyit padahal itu lebih bagus pantainya daripada Teluk Tamiang. Hiks…

Sampe rumah langsung antri mandi. Dan karena gue duluan jadilah gue yang keluar nyari makan ma Husain. Lumayan sih jalan2 lihat kota Lontar pas malam.

Selesai makan kita tiduurr. Besok masih ada perjalanan yang lebih seru guys…

Note :
Kapal Teluk Tamiang ke Tanjung Kunyit = 150rb karena kami kemalaman jadi 175rb dan kita share ber8 jadi = 22.000
Makan lalapan = 18.000

Leave a comment »