Sebuah Kesimpulan

Aku lelah.
Berlarian dari satu lelaki ke lelaki lainnya.
Mengalami kegagalan satu menuju kegagalan berikutnya.
Dengan alasan yang sama.

Aku yang salah.
Harusnya aku tak usah berlari.
Harusnya aku diam disini.

Bukan bunga yang menghampiri kumbang.
Bukan cinta kalau kukejar.

Ah sudahlah.
Ini hanya sebuah retorika waktu (hahaha kata mas Vicky)

Aku merasa sudah kemana2.
Padahal aku tidak kemana2.

Semua masih sama.

Tapi aku belajar satu hal.
Mencintai bukan membuat kita berkorban.
Mencintai memberikan kita sebuah kebebasan.

Cinta bukan tentang siapa dan kenapa.
Hanya tentang keikhlasan dan sebuah penerimaan.
Kita bukan hakim yang menyatakan baik atau tidak.
Kita hanya pengamat dan penikmat.
No more.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: