Antiklimaks (lagi)

Mengeluh pada manusia hanya memperlebar masalah.
Hanya kepada Allah tempat mengadu paling nomor satu.

***

Aku down lagi.
Dalam selang waktu tertentu aku memang sering mengalami antiklimaks.
Mungkin memang begitu normalnya hidup.
Hal- hal yang aku suka tiba-tiba menjadi sesuatu yang kupertanyakan lagi keberadaannya.
Sesuatu yang aku sudah merasa nyaman kemudian menjadi hal yang paling aku salahkan.

Senang rasanya tadi bisa bersimpuh dan menangis pada-Nya.
Untung juga aku odojer, jadi ga pernah bingung mau ngapain.
Habis magrib, ngodoj sampe Isya.
Terus jadi lupa deh sama smua masalah.
Jadi lega, plong setelah membaca ayat-ayatNya.

Ya Allah terimakasih.
Maafkan aku yang sering lupa atas nikmatMu.
InsyaAllah ini baik.
Semua yang terjadi pasti yang terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: