Tentang Mas Hehe (3)

Aku tugas lapangan ke Pelabuhan. Ya as usual lah, ga ada yang istimewa sampai perjalanan pulang.
Pa Yudi tiba2 menghentikan mobil di depan rumah mas Hehe. He says pengen mempertemukan kami huwaaa…
Jujur aku biasa aja, mungkin efek tidur sepanjang jalan dan dibangunkan dengan surprise seperti ini haha…
Bu M nelpon mas Hehe tapi ga diangkat2. Jadi kita itu ga tau rumah mas Hehe pasca kebakaran. So harus telpon dulu dan nanya rumahnya yang mana.
Mas Hehe ga kunjung mengangkat telpon, so bataaalll…

Antara lega dan kecewa sih. Lega karena ga harus menghadapi awkward moment dan kecewa karena sudah membayangkan something amazing happens.

Sampe lab, beres2 barang. Pulaaang…
Eh, tidak sesimpel itu.
Aku tidak bawa motor. Pagi tadi kan aku nebeng Ulul dan sekarang Ulul sudah pulang.
“Sini Ka, aku anter” kata Ani.
“Loh kok dianter? Emang ga bawa motor?” Tanya Bu M.
“Tadi pagi aku sama Ulul Bu..” jawabku.
“Nah pas banget pulang sama Hehe aja” sahut pa Yudi.

Beberapa detik kemudian Pa Yudi nelpon mas Hehe yang ternyata lembur di kantor. Terjadi perbincangan aneh, yaiyalah pasti mas Hehe bingung tiba2 disuruh nganter aku pulang.
Aku aja bingung haha…
Yah i think ini ga beneran terjadi.
Tapii… beneran loh. Mas Hehe meng’iyakan daaann aku dipaksa ikut ke kantor buat menemani mas Hehe lembur.
Semua ini benar2 seperti mimpi, aku terus ketawa merasa lucu, tidak siap dan tidak percaya.

Finally aku di kantor, menunggu mas Hehe selesai lembur. Aku terus menarik napas dalam. Tuhan… apa rencanaMu di balik semua ini.
Pa Yudi, bu M dan Ani datang lagi. Mereka ternyata mengkhawatirkanku haha… pa Yudi mengingatkan mas Hehe lagi buat segera pulang.
“Tunggu bentar ya” kata Mas Hehe lembut padaku.

Aku tidak sanggup untuk tertawa. Aku ke luar kantor dan ketawa nyaring. Ini aneh, benar2 aneh.
Mana bu M bikin lelucon lagi dengan bilang “wah Mas Hehe bawa bekal”. Padahal itu kan rantang berisi tempe bacem dari Ani buatku yang digantung Ani di motor mas Hehe. Aku ga berhenti ketawa dengan itu.

Lalu Ani mengingatkanku bahwa mas Hehe muncul. Dia naik motor kemudian menyuruhku naik.
Tau ga kesan pertamaku???
Harum bingiiittss…
Itu mas Hehe kaya toko parfum.

“Wah harum banget” Ani ga sadar komen.
Tuh kan sampe Ani yang jauh aja nyium apalagi aku yang dibonceng ini.
“Itu anak orang belum makan loohhh” kata pa Yudi.
Ahahahaha… dasar pa Yudi luar biasa banget supaya aku dan mas Hehe bisa lebih lama bersama.

Mas Hehe menyuruh yang lain duluan. Kami di belakang.

“Mau makan dimana?” Tanya Mas Hehe.
“Terserah aja” jawabku.
“Disini ga ada yang enak. Lain kali aja ya makannya. Kita pulang ke rumah aja” jelasnya lagi.
“Iya”

Sepanjang jalan kami terus ngobrol. Ya saling mengenal dan bertanya diri masing2. Ga kerasa udah sampe depan rumah aja.

“Makasih yaaa” kataku.

Suruh mampir ga suruh mampir ga… dalam hatiku.

Eh baru mau nyuruh mampir dia sudah muter motornya dan berlalu sambil senyum.

***

Kemudian di kantor dan seluruh antero dunia pun heboh.
Kata Ani sih mas Hehe respect ma aku buktinya parfum ga kira2.
Terus lagiii semua orang nyalahin aku gara2 ga nyuruh mampir.

Hahaha… pokoknya luar biasa deh tim sukses perjodohan kami…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: