Tentang Mas Hehe (2)

Aku sengaja bangun cepat hari ini. So many things i want to doing. Tapi ujung2nya ya tetep aja sih aku berangkatnya jam segitu haha…

Sampe kantor buat ceklok, eh dari arah dalam ada Mas Hehe. Langsung bingung deh gue harus gimana. Aku berjalan ke arah finger absen dan dia juga. Aku menunduk karena tak tahu harus gimana tapi aku sempat melihat mata sembabnya.
Ini sudah hari Senin dan dia masih berduka. Atau mungkin ada seseorang yang membuatnya sedih lagi.

Kami tiba bersamaan di depan finger absen. Kubiarkan dia duluan. Sebenarnya i want to say something. Tapi mulutku terasa kelu. Aku juga bingung harus berkata apa.

Apakah “hai” ah rasanya tak sopan untuk dia yang dengan mata merah sembabnya itu.

Atau langsung kukatakan aku turut sedih untuk musibah yang menimpanya?
Tapi kami kan tidak sedekat itu. Bahkan bicara pun tak pernah.

Dia selesai absen dan tandatangan. Kemudian dia menatapku seolah mempersilahkan giliran. Aku absen dengan cepat. Kemudian kami bersamaan meninggalkan finger absen itu.

Tapi sungguh aku sangat merasa tidak nyaman. Tadi itu awkward moment.
Aku yakin dia juga pasti memikirkan sesuatu seperti aku.

Aku tidak nyaman dengan menjadi seseorang yang seolah tidak peduli dengan keadaannya.
Aku tidak suka dengan situasi tadi dimana aku dan dia penuh tanda tanya.

Arrggghh… over thinking.

Yasudahlah.
Maaf ya Mas Hehe…
Sungguh aku ingin do something.
I want to reduce ur sadness.
If i can…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: