Trip Angsana (1)

Aku sungguh tidak menyangka kalau perjalanan kali ini akan jadi perjalanan yang luar biasa dan banyak sekali cerita.

***

Pagi2 aku dan Ayu sudah siap dengan dresscode merah. Kami diantar Abah sampe depan. Karena sudah jam setengah 10 dan takut gak keburu aku batal mengajak Ayu jalan2 ke kota. Kami menunggu angkot yang lewat. Aku mencari2 antimo tapi tak ada yang jual. Okelah perjalanan kali ini tanpa antimo.

Tak berapa ada mobil avanza berhenti. Dan dia menawari tumpangan (berbayar yaaa bukan gratis). Tarifnya 30ribu, aku tawar 25ribu gak mau.
Kami pun naik dan dapat tempat duduk paling belakang.

15 menit perjalanan masih aman. Lalu kemudian perutku mulai tidak enak dan huwaaa… akhirnya aku muntah.
Sepersekian detik dari aku muntah aku lihat ada motor di depan, ingin nyebrang, di klakson supir tapi sepertinya ga dengar. Dan terjadilah.

Mobil kami menabrak motor itu. Tapi untungnya hantamannya tidak begitu keras. Semua penumpang pun turun. Aku juga turun, tapi bukan untuk melihat kejadian itu. Aku turun karena aku mau muntah lagi haha…
Kulihat di seberang ada warung, aku kesitu buat nyari antimo eh ga ada juga.
Lalu kulihat negosiasi supir dan korban. Korbannya ga ada luka parah, cuma lecet doank. Motornya mungkin lecet2 juga. Kali ini aku tidak bisa jadi wartawan yang baik karena kondisi tidak fit. Coba aku ga pusing en mual, sudah deh aku foto2 en wawancara haha…
Setelah si supir memberikan sejumlah uang, perdamaian pun terjadi. Kami melanjutkan perjalanan.

Pas di dalam mobil, aku masih saja merasa mual. Aku suruh Ayu menanyakan pada semua penumpang apa ada yang punya antimo. Dan…. ada. Yeayyy…
Aku pun minum antimo setelah itu aku bisa lebih tenang dan terlelap.
Aku sempat mendengar ada yang ngomong “wah mbaknya jadi pusing en mual gara2 shock tabrakan tadi yaaa??”
Aku cuma senyum aja. Aku malah khawatir supirnya ga konsen nyupir gara2 aku muntah haha…

Aku tertidur tapi ga beneran tidur. Pas supir nanya kami mau turun dimana aku masih bisa jawab. Si Ayu malah ga dengar katanya kalo si supir nanya.

Ga berapa lama mobil berhenti. Aku membuka mata. Di SPBU, eh SPBU mana ini??

Aku nanya penumpang lain dan katanya ini SPBU Angsana. Loh itu kan tujuan kami. Wah pak supir kok ga ngasih tau sih. Untung aja aku terbangun, klo gak kelewatan deh kami.

Kami turun disitu. Aku masih merasa mual. Aku perlu antimo, aku perlu makanan. Eh ada warung di seberang, kami pun kesana.

Aku beli antimo dan cemilan. Bu warung ngajak2 kami ngobrol. Eh tiba2 ngajakin kami ke pantai. Bingung donk. Tapi berhubung panitia yang kami kontak ga ada yang merespons, so kami ikut ibu itu deh haha… Kebiasaan yaaa mudah terbujuk.

Si Ibu menutup warung. Kami pun berangkat. Duduk ber4 dengan supirnya si suami Ibu. Ternyata perjalanan masuknya jauuuhh… ga jauh2 amat sih tapi lumayan. Sepanjang jalan yang kami lewati hanya kebun sawit. Apa memang sifat Capricorn ya mudah banget percaya ma orang? Gimana kalo kami dibunuh en dibuang di kebun sawit ini?
Atau kami dijadikan TKW, kali aja di pantai ada kapal yang sudah menunggu untuk membawa kami ke Malaysia? Asik sih jalan2 ke Malaysia haha…

“Jadi kalian belum pernah ketemu sama Ferdi?” Tanya si Ibu lagi.
Soalnya tadi pas di warung kan si Ibu nanya gitu apa kami ini temannya Ferdi? Katanya Ferdi itu panitia acara bersih2 pantai. Ya kami iyain aja padahal ga kenal haha…
“Iya bu, cuma tau lewat twitter aja” jawabku bohong.
“Ohh… emang di twitter dia ga pajang fotonya?”
“Ga bu…” sahut Ayu bohong juga.
“Hmmm… si Ferdi itu orangnya ajiiippp” jelas Ibu sambil mengangkat kedua jempolnya.

Wah… wah… aku jadi penasaraaannn sama yang namanya Ferdi. Tapi biasanya selera ibu2 ya gituuu dehhh…
Soalnya pernah pas kawinan tetangga, kata Ibu2 mempelai prianya ganteng, eh ternyata biasa aja.

Ternyata kami sampe juga di pantai, tidak ada adegan pembunuhan atau penculikan haha…
Dan… ternyata pantainya penuuuuhhhh. Tadi itu kupikir sampe pantai, ketemu orang2 berpakaian merah, nyari Ferdi ato panitia lain, selesai deh.

Kalo pantainya penuh gini, gimana nyarinya?? Aku juga ga ada lihat orang2 berpakaian merah..

Wah bagaimana nasib kami selanjutnya??
Apakah akan ada orang yang menolong lagi?
Atau jangan2 tiket pertolongan kami sudah habis?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: