Dia (Lagi)

Sesekali aku memang masih ingat dia.
Sekali pas bangun tidur.
Sekali pas mo makan.
Sekali pas ga ada temen.
Sekali pas mo tidur.

Iya sih… sebenarnya beberapa kali dalam sehari aku ingat dia.
Bingung juga, kenapa tiap ada hal2 yang ingin kuceritakan, aku tuh merasa dia orang yang paling tepat buat tempatku bercerita.

Sayangnya dia sudah tak ada lagi. Aku tak punya satupun kontaknya. Iya aku memang bodoh.
Tapi entah kenapa aku merasa ini rencana Tuhan.
Aku merasa lebih baik begini.
Aku merasa lebih baik tanpanya.

Kalo aku mengingatnya aku cukup tilawah.
Kalo aku merindukannya aku cukup baca tarjim.
Tak pernah ada waktu untuk memikirkannya.
Hanya mengingatnya sesekali dan itu saja.

Dan faktanya, dia membuatku berhenti mengharapkan “seseorang yang kuimpikan dari dulu”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: