(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *17

30 Desember 2010

Bukankah aku ingin dia pergi, dan sekarang dia benar-benar pergi. What’s up girl ?

Kenapa lagi dengan hatiku, kadang ingin tapi tak ingin.

Kemarin aku masih merasa enjoy dengan semua ini, karena ku pikir, ini cuma permainan dan akan segera berakhir. Aku masih sering mengkhayal Mikha akan muncul dan berkata “surpriiiiseee… Mia dikerjaiiiinnn…” kemudian dia mengecup keningku.

Tapi… ternyata tidak. It’s real. Ini nyata, aku sudah kehilangannya.

Untungnya tak ada satu orangpun yang menyayangkannya, smuanya mengerti posisiku. Semuanya merasa ini memang yang terbaik untukku. Perasaanku pun terasa berbeda, aku merasa lebih baik tanpanya, walau kadang ada “beberapa” hal yang mengingatkanku pada dia. Tapi itu toh biasa. Semua perlu proses.

7 Januari 2011

Hari ini ulangtahunku. Hampir sebulan aku tanpa Mikha. Ya sudah 26 hari sejak saat itu. Dan sama sekali tidak ada surprise itu. Semua khayalanku itu tidak terjadi. Tidak ada Mikha yang muncul dengan pita di lehernya yang menjadikan dirinya sendiri kado untukku.

Sudah banyak yang tahu tentang hubunganku. Reaksi orang saat mengetahui aku putus :

  1. Tidak percaya
  2. Setelah aku jelaskan masalahnya, mereka bingung
  3. Jadi benci dengan Mikha
  4. En say, forget him
  5. Ketawa bersama

Orang-orang pasca Mikha :

  1. Ka Herry, teman kuliah Arya, kenal ma Irma juga, kayanya orangnya baik ke smua orang, ga deh..
  2. Dimas, waa.. kenapa ne orang tiba-tiba muncul lagi? But dia masih kuliah bo, ga masuk kriteria.
  3. Mas Bi, longdistance anymore, oh tidak, walaupun kayanya dia tipe aku banget.
  4. Agus, teman Heni, masa dari awal dia sudah menolakku karena aku kurus, oh MG, ckckck… Kenapa pesan Mei jadi nyata, katanya aku harus menggemukkan badan baru bisa dapat jodoh,hufffhhh…
  5. Ihsan, dia baik lagi ma aku, pengen ngajak aku balik, hmm…ga deh, dia tidak masuk kategori ku.
  6. Frans, sebenarnya udah dari kemarin dekat, tapi ya pe sekarang masih kaya gitu-gitu aja.

Tadi mama nanyain Mikha, benar-benar bingung harus jawab apa. Tapi ya sepertinya mama ngerti aja. So, ga usah ngejelasin jelas-jelas, hehe…

Saat tersulit itu telah lewat. Saat tersulit itu adalah ketika mama, acil uwai menanyakan kemana Mikha???

Tapi semua sudah kulewati, tanpa sebuah jawaban, hanya dengan sebuah senyuman.

Entah sejak kapan semua kebohongan itu dimulai, aku akui Mikha memang aktor yang hebat. Selama ini dia bisa bersikap seolah-olah dia menyayangiku, tapi ternyata kini aku tau dia bagaimana, benar-benar menjijikkan, hueeekkkssss…

Lagi-lagi aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan semua waktuku dengannya, waaaaaaaaaaaa…….

Tak apalah, kini semua sudah jelas.

Tapi kini aku benar-benar trauma, aku tak bisa lagi percaya pada pria. Aku ingin sendiri sampai ada orang yang bisa meyakinkanku kalo cinta itu ada.

Karena justru orang yang terlihat baik dari luar itu ternyata lebih berbahaya, lagi-lagi don’t judge a book from the cover.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: