(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *16

20 Desember 2010

Oya, alasan dia mutusin aku adalah kami beda visi, oh MG… dan beda latar belakang, dia non eksak dan aku eksak. Sejak kapan hal itu menjadi salah satu syarat ya ? Dia memang aneh..

Harusnya aku senang, harusnya aku merayakan. Hari kebebasanku dari orang aneh, hurray…

Rasanya terlalu banyak yang  ingin kutulis, dadaku pun terasa sesak.

Aku benar-benar benci saat seperti ini.

Kadang ingin percaya, kadang tidak.

Rasanya seperti mimpi, seminggu yang lalu ia masih milikku, masih begitu mencintaiku, dan hari ini dia telah pergi menjauh.

Aku tak bisa membohongi hatiku kalo aku tidak ingin kehilangannya, tapi aku juga tidak mungkin egois memaksakan kehendakku.

Aku masih rajin melihat profil fesbuk nya setiap saat dan aku benar-benar cemburu melihatnya ber komenan dengan cewek lain, walaupun sekarang dia bukan milikku lagi.

Waaaaaaaaaaaaa……….

Aku harus memutuskan hubungan pertemanan di fesbuk dan smuanya akan selesai.

Mikha jahat banget sih.

Padahal aku benar-benar mencintainya, hmmmmmmmm…..tak ada yang perlu disesali, inilah hidup, harus kujalani.

Pasti ada orang lain yang lebih baik untukku, aku harus yakin itu.

Lupakan dia…..

Jujur untuk saat ini tidak bisa.

Aku tidak rela, jadi slama ini aku dianggap apa ? Seenaknya saja, benar-benar seenaknya saja. Tidak memikirkan perasaanku, aku benci.

Padahal dia janji takkan menyakitiku. Aku tidak menyangka orang yang kusangka baik bisa seperti itu.

Sekarang pokoknya harus menghindari punya pacar jarak jauh, punya pacar yang banyak perbedaan, pokoknya harus lebih selektif, jangan mudah dirayu cowok, jangan mudah jatuh cinta sama cowok.

Aku kadang masih merasa Mikha itu ada, sosoknya masih ada. Aku kadang merasa semua baik-baik saja. Entahlah kenapa, tapi ya aku merasa belum benar-benar kehilangannya, masih berharap semua ini hanya sementara dan ia akan kembali lagi padaku. Amin.

Hah? Amin. Kenapa aku me’amin’kannya ?? Apa aku benar-benar masih menginginkannya ?? Kalo semua ini memang rencana Mikha, apa aku masih menerimanya ??

Rasanya terlalu berat, apa dia tidak memikirkan perasaanku ? Terus apa dia pikir aku akan terus setia menunggunya ? Aku bingung.

Kadang berharap smua ini rencana Mikha (untuk surprise ultahku) tapi kadang juga ingin ini adalah rencanaNya, smoga yang terbaik saja lah. Amin.

Mikha sudah sering berkata ia tak bisa mencintaiku, kenapa aku dengan begitu bodohnya terus memintanya untuk tetap bersamaku ?? Mungkin ini sudah saatnya, kenapa selama ini ia terus membohongiku dengan tidak jujur akan perasaannya ? Kenapa baru sekarang ? Apa dia tidak tahu dengan begini aku justru makin sakit. Karena aku sudah terlanjur mencintainya dengan sepenuh hatiku.

Cinta memang tak bisa dipaksakan, apalagi saat pasangan sudah tidak respect terhadap hubungan itu, maka jangan berharap banyak, karena ending nya pasti akan menyakitkan.

Aku berharap dapat menyusutkan jarak dan waktu sehingga kita bisa lebih dekat satu sama lain (surat cinta Einstein).

Apa dia ingin menghindar dari memberiku kado ultah ? Masa seh dia seperti itu ? Kalo memang dia seperti itu, berarti aku memang belum mengenalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: