(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *7

30 September 2010

Hari ini 3 bulan aku dengan Mikha…

Cowo2 itu…

Aku  bosannnnnn…

Kenapa banyak yang mengatakan padaku, “Seandainya kita bertemu lebih cepat..hufff”.

Kenapa seh harus menyalahkan waktu?? Kenapa bukan mereka saja yang lebih bersabar menunggu..hingga bertemu denganku??

Tapi ya sudahlah… Saat ini aku sudah memiliki terlalu banyak orang yang sayang padaku, it’s enough.

Aku punya pacar, Mikha “my sunshine”. Ada Ihsan dan Ryan yang masih baik denganku, like as bestfren. Walaupun belakangan aku tahu mereka tidak sebaik yang kupikir. And then Ariel, walopun jarang berkomunikasi, tapi kalo ketemu di chat tetep nyambung. Untuk Fadil, mungkin dia emang ga harus dimasukkan dalam list mantan pacarku kali yaaa.. just a week with him, n it’s not leave anything memories. Beno, hmm..dengan pacar yang protektif itu sangat tidak mungkin dia untuk smsan lagi denganku.

Kaka-kaka tercinta, Ka Rudi yang sangat mengenalku lebih dari sapapun, walo ga pernah ketemu, tapi aku merasa nyaman curhat ma cowo ini, ada juga Pa’ Frans, he is so nice too, no more, coz many more to say.

Ka Eza, walo dia cuma memanfaatkanku untuk nanya-nanya masalah Ka Siska, tapi yaa tetap aja tuh orang sering kirim sms padaku, walopun aku udah menunjukkan kebetean habis-habisan.

Sugih, he is bestfren so much, pokoknya nyambung banget ma Sugih. Dia seh sms sering curhat, tapi aku suka, artinya dia percaya padaku. Walaupun semuanya berubah sejak hari itu. Dan sampe sekarang ia tak pernah lagi sms ku, bahkan di kantor pun jarang bertegur sapa. Aku tak mengerti, tapi ia begitu ke semua orang, tidak hanya padaku.

 ***

Ntah apa yang kupikirkan, apakah sudah benar yang ku lakukan? Walaupun aku tau tak ada rasa tenang yang kudapatkan kalo ngobrol dengan Ryan, tapi kenapa aku tetap masih mempertahankannya ? Malah akhirnya memutuskan untuk menemuinya.

Huffhhh.. smua ini karena rasa kesalku masalah di kantor tadi, aku benciiii.. rasanya ingin berlari saja.

Lagipula kupikir aku masih bisa berhubungan baik dengannya. Walaupun ternyata pada kenyataannya terlihat jelas sekali ia masih menyimpan dendam padaku, aku malah masih mengingat dengan jelas caraku memutuskan hubungan dengannya serta caraku menolak cowo itu yang ingin kembali lagi ke kehidupanku. Tapi apa sekarang ? Aku kalah. Kini aku malah berteman baik dengan mantan pacarku itu, aku kalah dengan prinsipku sendiri. Aku menyesal.

Aku bingung dengan diriku sendiri. Bingung dengan perasaanku.

Tapi aku yakin kalo Mikha memang layak untuk dipertahankan, cuma rasanya terlalu berat untuk menjalani smua ini karena Mikha lebih banyak tak ada. Cowo itu membiarkanku menghabiskan waktu dengan orang lain, walo kadang dengan rasa bersalah, tapi aku bisa apa saat hatiku sepi?

Aku bisa apa agar aku  tak sendiri.

Waaa…kenapa jadi ribet begini?? Kenapa Sari jadi ikut campur hubunganku dengan Mikha?? Menurutku kalopun ada orang lain, yang paling tau bagaiman aku dan Mikha, orang itu adalah Ina. Huffhh, kenapa di saat seperti ini, mana aku mau jalan ma Ryan lagi.

***

Menunggu…huhu..sampai kapan??

Sudah ga sabar. Bingung dengan diriku sendiri..

Sudah melewati 3 bulan pertama, rasanya begitu sulit untuk melewati tahap ini, karena pada kenyataannya aku tak pernah berhasil melewati tahap ini tapi itu juga bukan berarti aku takkan pernah berhasil kan??

Ntah hal apa dalam diriku yang membuat orang tak pernah bisa bertahan, aku tak pernah tau dan tak pernah mencari tau.

Aku benar-benar takut saat ini, takut untuk gagal lagi.

Kemudian, Zacky, entahlah kenapa kini dia begitu memperhatikanku, entah apa yang diinginkannya, aku tak tahu, tapi yang  aku tau aku tidak dirugikan untuk smua ini.

Lalu..Ryan, anything special  i  think, setelah perjalanan malam itu, rasanya  tak mengubah apa-apa dan semuanya seperti biasa saja. Sebenarnya pengen bisa berteman,tapi aku tau cowo itu mengharap lebih, atau mungkin ini hanya pikiranku.

Dan Ihsan..kenapa aku masih bisa memaafkannya lagi. Padahal berulang kali kata-katanya menyakitkan, membuatku menangis. Tapi aku masih merasa memerlukannya untuk jadi seorang teman.

The last… Mikha, siapa seh orang ini?? Yang semena-mena terhadap dirikku, yang menghilang entah kmana, yang tak mengabarkan dirinya berada dimana? Yang tak pernah mengucapkan selamat pagi lagi? Yang tak pernah peduli terhadapku lagi??

Kenapa cowo slalu begitu?? Sebelum jadian baik banget, pas sudah jadian semena-mena. huhu…

Huffhhh… kenapa mereka seperti itu?

Barusan nelpon Beno, percakapan itu terasa kaku, terasa canggung. Ahhh… apa benar orang ini pernah jadi pacarku? Kok kami ngomong ga nyambung gini, aku merasa ga sreg ajah…

Kemarin aku telpon-telponan ma Ryan, hampir 3 jam, malah mungkin lebih. Tapi aku merasa tidak nyaman, tidak merasakan kesenangan.

Kemudian sekarang smsan ma Ihsan, entah apa yang ingin kucari, entah survey seperti apa yang kuinginkan, hingga merelakan waktuku untuk mereka (cowo2 ga penting itu). Tapi aku benar-benar ingin tahu dan ingin mengenal cowo-cowo itu. Untuk novelku.

***

Ku pikir aku bisa bersahabat baik dengannya. Ku pikir dia bisa jadi teman sekaligus saudara bagiku. Ahhh…apa seh yang ku pikir??

Aku terlalu banyak mengenal orang yang salah, terlalu banyak berharap pada orang yang salah. Kadang malah dibutakan olehnya. Kadang malah menyia-nyiakan the right person yang datang dengan cinta tulusnya??

Sebenarnya apa seh yang kulihat, apa seh yang kunilai, kenapa aku  slalu salah. Apa kriteria penilaianku memang tidak valid, ato memang aku yang tak pandai memberi nilai.

Huffhh… aku lelah, terus merasa disia-siakan..

Terus mencari orang yang bisa mengerti diriku. Tapi tak kunjung kutemukan.

Hingga kadang aku kembali ke jalan yang salah?? Kenapa?? Karena aku  masih berharap di jalan salah itu masih ada celah..yang menuju kebenaran.

***

Kini rasanya semua sudah cukup, ya semuanya cukup bagiku. Cukup membuatku sakit, cukup membuatku belajar dari smua pengalaman ini. Kini aku  tau apa yg dirasakan Nadya terhadap Oka, walaupun tanpa perasaan cinta yang sama, tapi aku  tau.

Aku tau bagaimana berhubungan dengan orang yang sudah beristri, bagaimana ketika sms dicueki tatkala dia berada dirumah, ternyata para pria beristri tetap lebih sayang  istri mereka, sedang para selingkuhan, hmmm hanya untuk main-main saja..

***

Jalan dengan Ihsan lagi. Dan lagi-lagi karena syndrom akhir bulan. Huffff… untuk kesekian kalinya aku melakukan ini. Tadi padahal teman-teman di kantor ngajak jalan dan nonton. Tapi aku males, berhubung  film yang ditonton “not my style”.  Jadilah aku di kost dengan betenya. Setelah mencoba menghubungi Fazri untuk diajak jalan, dan ternyata cowo itu sedang ke luar kota. Maka lengkaplah segala keuring-uringanku.

Ahh… seandainya ada Mikha. Gini nih nelangsanya LDR, ga bisa berharap pacar slalu ada dan jadinya mengandalkan orang lain deh. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk jalan dengan Ihsan, yang kutunggu dari janjian jam 8, tapi datang pada Jam setengah 10 so ketika aku keluar maka ketemulah aku dengan Irma. Hmmm…pasti teman-teman di kantor nanti mengira aku tidak ikut karena mau jalan ma Ihsan. Padahal sama sekali tidak, aku cuma lagi kelaparan dan lagi males masak, jadilah aku menghubungi Ihsan yang ternyata karena jaringan operator seluler kurang baik menyebabkan kami miskomunikasi dan Ihsan terlambat 1,5 jam.

Belum lagi aku yang bingung mo makan apa ? Keliling-keliling, akhirnya singgah di Presto Solo, suasana tempat makan itu sudah sepi, but no choice. So, aku tetap makan disitu dengan menu yang benar-benar tanpa pilihan. (Waaaaaa….kenapa semua ini harus terjadi padaku).

Ketika pelayan datang, aku sudah merasakan gelagat tidak enak. Dan ternyata oh ternyata, nasi yang dingin, ayam yang biasa saja serta es jeruk yang rasanya aneh. Oh…kenapa ini harus kualami. Kini aku hanya dapat meratapi nasib dan memakan yang ada di hadapanku itu dengan keengganan.

Belum lagi Ihsan yang tidak bersahabat, walopun ku akui cowo itu memang slalu ada untukku. Tapi tetap saja rasanya berbeda. Tidak ada rasa nyaman seperti yang kurasakan jika dekat Mikha.

Oh, Mikha, kenapa rasa rindu ini makin menyesakkan batinku. Aku kangen Mikha, sangat kangen. Tetap saja tidak ada yang bisa seperti Mikha, miss u honey.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: