(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *3

Masih lanjutan mimpi yang kemarin yaaa…

***

Tit..tit…

Hmmm…ada sms.

Ku raih hp kesayanganku itu, lalu kubaca smsnya.

“Met sore calon istriku”

Pengirim : Reuben

 

Hmmm….dia lagi ?

Kulemparkan hp ku, lalu kembali ke aktivitas nonton tv ku. Karena acara tv yang sebenarnya tidak menarik namun kupaksakan untuk menontonnya, maka akupun tertidur di depan tv itu.

Tiba-tiba aku terbangun oleh suara dering hpku.

Kuraih lagi hp yang sudah kulempar tadi, yang sekarang dia sembunyi di antara bantal-bantal ku.

10 panggilan tidak terjawab, 10 pesan masuk.

Whats? Ada apa ini ?

Kulihat panggilan tidak terjawab, 3 dari Abah, 2 dari Mama, 2 dari calon mertuaku, 3 dari calon suamiku.

Kubaca pesan terakhir di kotak masuk,

“RSUD Ulin, ruang operasi”

Pengirim : Abah

 

Ada apa ini ? aku ingin membaca sms sebelumnya, tapi perutku berbunyi, kulihat jam dinding, sudah Jam 8. Ya ampun, aku ketiduran dari jam 5 tadi, pantes aku lapar, aku juga ketinggalan sholat Magrib, ada apa denganku ?

Aku pun turun ke bawah (kamarku di lantai 2), suasana rumah benar-benar sepi. Kemana semua orang ?

“Maaaa…….”

“Sariiiiiiiii………”

Kok sepi banget sih, mana orang-orang ?

Di antara kebingunganku, lalu ada sesosok cewe kecil berlari, ya ia benar-benar berlari, hampir menabrakku.

“Ka Mia, Ka Mia…Ka Mia….”

Kulihat lebih dekat sosok itu, “Sari…”

“Ada apa Ri? Ngomong yang bener!” lanjutku.

“Ka Mia tidurnya nyenyak banget sih, sampe ga bangun-bangun juga..”

“Iya, emang kenapa Ri?”

“Kita harus segera ke rumah sakit Ka!”

“Rumah sakit ? Siapa yang sakit ?”

“Pokoknya kita harus berangkat sekarang !”

Gadis kecil itu pun menarikku, tapi biar kecil ia cukup gemuk di keluarga kami.

Maka dengan pakaian rumah seadanya itu kini aku berada dalam Avanza Silver nya Sari.

“Ri, aku ga ngerti ini apa seh yang terjadi ?”

“Ka Mia diam aja..Ntar pas nyampe rumah sakit baru Sari jelaskan”

Aku pun seperti terhipnotis oleh kata-kata Sari, detik berikutnya aku duduk diam dengan pikiran menerawang entah kemana.

Sesampainya kami di rumah sakit, di depan ruang operasi sudah penuh orang, keluargaku dan keluarga Reuben.

 

***

Net not… Ternyata ceritanya cuma sampe disitu.

Penasaran ya padahal hihi…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: