(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *2

24 Agustus 2010

Mimpi aneh lagi ?

Kali ini malah aneh banget, aneh, benar-benar aneh.

Masa aku mimpi merid, karena dijodohkan, dan dijodohkannya dengan temen SMA ku, he is Reuben, waaaa…

Malah disitu ada pula sosok Mikha sebagai peran pembantu, wakakakaka..

Entah darimana datangnya smua mimpi itu, tapi aku memutuskan untuk menerima lamaran Reuben setelah terpending berbulan-bulan (tidak kujawab-jawab). Dan itu smua karena aku sakit hati pada Mikha, lalu kuterimalah lamaran Reuben itu.

Kemudian dalam waktu kurang dari 2 minggu kami menjalani aktivitas sebagai calon suami istri, malah aku menulis di fesbuk begini (masih dalam mimpi nulisnya),

‘dinner dengan calon suami (yang 3 hari lagi jadi suamiku)’

Huffhhh….sebenarnya benar-benar ingin saat-saat itu segera tiba, tapi aku ingin nya dengan Mikha (amiiin…)

Jadi pada hari Sabtu (H-1), karena hari Minggu adalah hari-H, Mikha datang ke rumahku dengan membawa sejuta duka, huhuy…

“Moga kamu bahagia”

Aku diam sambil menunduk.

“Semua ini memang salah Mikha”

Akhirnya aku memberanikan diri menatap wajahnya, dan juga memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu, “Tidak ada yang salah”

“Tapi Mikha merasa ini salah Mikha”

Huffhhhhh….aku menarik nafas panjang.

“Kenapa baru saja merasa salah, kenapa saat itu Mikha tidak melakukan apa-apa? Kenapa saat itu Mikha diam aja? Kenapa saat Mia ngajak Mikha untuk membatalkan smua ini Mikha tidak mau?”

“Karena kalau semua ini batal terlalu banyak orang yang kecewa dan tersakiti”

“Semua orang ? Mikha memikirkan perasaan semua orang. Tapi apa Mikha tidak sadar kalau justru ini menyakiti satu orang, orang itu adalah Mia”

“Maaf….”

“Sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, ya sudahlah, ini hidup Mia”

“Bolehkan Mikha bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Still u love me?”

“Sampai saat ini Mia masih mencintai Mikha. Sedang dengan nya, Mia sedang belajar mencintainya”

“Oke, terimakasih atas jawabannya”

Lalu cowo yang begitu ku cintai itu pun berlalu.

Aku benci, kenapa dia begitu, kenapa dia begitu pasrah, kenapa dia tidak mempertahankanku?

Kenapa ini ? Kenapa itu ?

Semua pertanyaan kenapa itu terus bermunculan di pikiranku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: