Archive for February, 2014

Kelak

Seperti pernah kutulis dan slalu kuyakini, puncak dari rasa suka adalah tidak suka.
Jadi ketika kita sukaaaaa banget pada seseorang, tinggal tunggu saja saatnya untuk menjadi tidak suka.

Semua ini hanya proses.
Pasti bisa melewatinya.

Kelak aku ingin ketika aku membaca semua tulisanku disini. Aku bisa menertawakan semua kesedihanku.
Aku bisa menyunggingkan senyum untuk semua rasa anehku pada lelaki yang salah.

Ya, aku ingin begitu.

Leave a comment »

Bukan Permainan

Aku suka bermain api.
Tapi kemudian aku terbakar sendiri.

Aku suka main air.
Walaupun harus tenggelam dan pingsan.

Aku memang suka main2.
Aku suka coba2
Tapi kenapa malah aku yang dimainin dan dijadikan percobaan?

***

Tadi aku ke kondangan. Lagi2 ada hal menarik, hihi…
Di sana penuh bingit, sampe2 aku ga dapet tempat duduk. Akhirnya ada dua bangku kosong, duduklah aku disitu.
Gak berapa lama datang sepasang suami istri. Mereka ingin duduk, tapi sekarang cuma tinggal 1 bangku kosong karena yang 1 nya sudah kududuki.
Detik berikutnya sangat mengejutkan…
“Kamu aja mas yang duduk disitu, aku berdiri aja” gitu kata istrinya. Kemudian sang suami dengan santainya duduk di sebelahku dan istrinya masih berdiri.
Apa2an ini, bukannya harusnya cowo ya yang mengalah dan berkorban untuk cewe. Ohya sekarang jaman emansipasi, jadi gitu ya, hmmm…

Pas pulang ke rumah, eh ada ribut2 di tetangga. Biasa sih tetangga lagi berantem. Dan kenapa aku yang mendengarnya malah senang?? Haha…
Iya, saya salah.
Tapi entah kenapa rasanya senang aja mendengar ada orang lain yang punya masalah, bahkan lebih berat, rasanya tuh seakan punya teman sependeritaan haha…
Iya, saya salah.
Harusnya aku mendoakan semoga mereka segera baikan, rukun dan damai.

Leave a comment »

Kenapa aku hanya berlarian dari orang yang salah ke orang salah lainnya???

***

Aku lelah, menyerah dan kalah.
Di saat aku ingin menjadi orang baik.
Di saat aku sudah legowo masalah jodoh.
Di saat aku hanya mengirimkan rinduku kepada Allah dan Rasulnya.

Ini hanya cobaan dan aku gagal.

Comments (1) »

(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *19 (End)

26 Februari 2011

Aku lebih baik sekarang. Mikha sudah ku blok di fesbuk, kini aku tidak perlu tau lagi tentangnya.

Tapi ternyata dia membalas dengan meng’unfol plus block aku juga di twitter.

Tapi aku masih bisa lihat twit nya yang di RT Dewi, sepupunya.
“Aku lempar gas LPG 3 kg RT @soalcinta Apa yg km lakukan klo mantan lewat rumah km?”

Hmmm… aku sempat panas membaca twit nya itu, maksudnya apaa???

Aku lalu juga menjawab soal2 di akun twitter itu.
“Mau hatinya… buat digoreng jadi hati goreng RT @soalcinta Apa yang paling kamu inginkan dari mantan?”

Eh twit aku di RT sama sepupunya si Dewi
“Ihhh kaka serem bingit RT @mujay_greeny Mau hatinya… buat digoreng jadi hati goreng RT @soalcinta Apa yang paling kamu inginkan dari mantan?”

Daann…. sodara2… twit aku dibaca sama Mikha. Begini balasannya.

“Wah psyco kali yah tuh orang… Ngeri banget pengen goreng hati manusia”

Lucu yah kami… #Nomention tapi saling peka en ngerasa.
Ternyata juga masih saling peduli dalam benci.

26 Februari 2014

Kini, sudah 3 tahun berlalu. Cerita yang tak usai, kisah yang terputus di tengah jalan. Entah karena apa aku begitu enggan meneruskannya, apa karena aku tidak suka endingnya ?? Sepertinya tidak, toh sekarang aku lebih bahagia. Meski tanpa siapa-siapa.

Sudah banyak yang berubah semenjak tulisan ini dibuat dan ditinggalkan. Aku sesekali menyunggingkan senyum saat membacanya, tapi lebih sering menahan amarah yang tiba-tiba memuncak ketika membaca bagian Mikha nya.

Saat tulisan ini dibuat, Mikha lah orang yang begitu penting buatku. Aissshhh… bagaimana mungkin? Sungguh Allah lah yang Maha Kuasa membolak-balikkan hati manusia. Mikha, no more about him.

Kalo ditanya siapa saat ini? Jawabnya adalah tidak ada siapa-siapa. Tapi aku tidak memungkiri bahwa ada seseorang yang tidak bisa kulupakan (lebih tepatnya tidak ingin kulupakan). Seseorang yang pada saat itu masih kupanggil bapak. Mungkin cerita ini begitu random. Tapi itulah hidup. Kita tidak tahu akan dengan siapa dan apakah berakhir dengannya?

Leave a comment »

Masih Tentang Berkata Tidak

Sebelumnya aku pernah menulis tentang aku yang tidak bisa berkata tidak. Dan itu kualami lagi hari ini.

Uangku tinggal 65ribu, iya nih ga tau kenapa bulan ini kok jadi miskin banget haha… Ada apa dengan Februari??

Nah, kemudian tadi ada seseorang yang mau ngutang uang 50ribu, dan tau gak apa yang kulakukan??

Jreng… jreng… jreng…

Tentu saja aku pinjemin haha..

Aku masih belum bisa berkata tidak nih gimana donk.

Emang yah gue terlalu baik jadi orang.

Dan…. Hal tadi mengingatkanku pada sesuatu. Kejadiannya sudah lama, pas jaman2 kuliah gitu deh. En u know lah pas kuliah itu gimana melaratnya GUE. Saat itu sisa uangku cuma 13ribu, tapi kuliah harus jalan terus donk.

Nah lupa juga kenapa ceritanya aku jadi keluar dari Jalan rumah Elis. Pas keluar gitu ada cowo2 yang ngelihatin banget, GR donk yaaa… Secara jomblo gituh.

Pas aku jalan eh tuh cowo ngikutin, dia lalu nyuruh aku stop, dan aku SEEETTTOOOPPP…

Oon banget yah, kalo perampok gimana???

Mana disitu kan sepi.

Cowo : Mbak, anak kuliahan ya?

Aku : Iya

Cowo : Kuliah dimana mbak/

Aku : Di Mipa

Cowo : Rumahnya dimana?

Aku : Di Martapura

Cowo : Gini mbak, aku mau pulang ke Rantau nih, tapi… bensin aku mau habis, dan dompetku ketinggalan.

Aku : ?????? (hubungannya ma gue apa yaaa >>> dalam hati)

Cowo : Jadi aku pengen pinjam duit sama mbak, nanti kalo aku ke Martapura aku ganti

Aku : (bingung karena ni cowo blak2an dan juga bingung karena gue juga ga punya duit haha)

Cowo : Gimana mbak?

Aku : Aku juga ga punya uang, tinggal 13ribu

Cowo : Oh ya gapapa, 10ribu cukup kok buat saya, buat mbak 3ribu

Aku : (menyerahkan uang 10ribu seperti dihipnotis)

Cowo : Ohya nomor hp mbak berapa, biar nanti aku hubungi

Aku : 0878xxxxxxxx

Cowo : (mencatat nomor hp ku di kertas) Makasih ya mbak

Kemudian cowo itu berlalu. Aku pun pulang, sambil di jalan aku mikir juga kenapa aku begitu mudah terbujuk haha…

Untung aja tuh cowo ga ngambil motor atau henponku.

Oya, sampe hari ini tuh cowo ga ada hubungin aku.

Iya, gue sering sebel en males jadi orang yang ngasih nomor hape, soalnya sering ga dihubungin. Itu terjadi pas ada yang janji mo ngirimin foto gitu, katanya nanti dihubungi. Jadinya pas liburan kemarin aku usahakan aku yang save semua nomor hape orang, soalnya kalo aku pasti benerin ngubungin.

Oya, masalah gampang terbujuk, apa itu memang sifatnya Capricorn ya???

 

Leave a comment »

(New Serial) Cinta Pertama – Mikha *18

19 Januari 2011

Ternyata tidak perlu waktu lama bagiku untuk mulai menata hidup lagi. Mencoba membuka hati dan memberi kesempatan untuk seorang lelaki.

His name is Aldi.

Hmmm…. sebenarnya pas pertama lihat agak mengecewakan karena sebelumnya sudah mengkhayalkan kalo dia adalah sosok yg so handsome, huhu gara-gara Heni nih lebay banget. Ternyata Heni memang belum benar-benar mengetahui bagaimanakah seleraku, padahal kami sudah lama berteman, huhu…Heni awas kamu…

But, cowo ini masih sopan. Walaupun aku agak risih dengan sikapnya yang sambil ngetik-ngetik sms itu. Smsan ma siapa sih ? Tidak menghargai banget.

Sebenarnya dari sore aku emang sudah pengen makan bakso. Tapi aku masih sungkan untuk mengatakan keinginanku padanya. Jadilah kami berputar-putar tak jelas. Dalam hatiku terus bertanya en mengkritik, “Apakah cowo ini tidak ingin mengajakku makan ? Kenapa dia tidak bertanya apakah aku sudah makan ? Terus aku maunya makan apa ?”

Puluhan kilometer itu terus kami lalui, masih dengan diam dan tanpa tujuan yang jelas.Semua kediaman dan kebisuan ini… mengingatkan ku pada Mas Frans, kami tak pernah kehabisan bahan obrolan, huhu…kangen Mas Frans.

Aku benar-benar tidak suka cowo yang tidak bisa menentukan tujuan. Aku slalu mendambakan sosok pria itu harus bisa jadi pemimpin, jadi teladan, dimulai dari hal kecil ini, menentukan mau jalan kemana, tapi juga harus meminta pendapat atau persetujuan dari orang yang dipimpin (Lha, kok jadi berat gini omongannya).

Lalu dia mengajakku berhenti di Duta Mall. Whats ? Ke DM, oh tidak, aku benar-benar lagi males. “Jangan kesini deh…”kataku.  Dia menuruti saja apa mauku. Kami melanjutkan perjalanan lagi.

Sampe akhirnya perjalanan ini semakin tak jelas, dan kami masih saling diam. Ah, aku jadi teringat Ihsan, smua perjalanan ini mengingatkanku padanya. Jalan yang sama telah kami lalui, obrolan yang tiada henti, serta perhatiannya yang menanyakan aku mau makan apa. Huhu…Kangen Ihsan.

Hingga akhirnya kami tiba di sebuah warung seafood. Oh MG, aku tidak mau makan ini lagi. Terus dengan pura-pura bodoh aku bertanya, “Kita ngapain kesini?”. Lalu dijawabnya, “Makan” dengan suara yang sedikit bergetar. Ah, segala prasangka negatif ku buyar, dia bukannya tak ingin mengajakku makan, tapi tadi dia tak berani mengatakannya kepadaku.

Akhirnya aku pun bisa bersuara juga, “bagaimana kalo kita makan bakso aja ?”. “Oh… Oke”, jawabnya.

Ah, seandainya dia menanyaiku dari tadi, mungkin tak usahlah puluhan kilometer itu menjadi saksi.

Kemudian aku menunjuk salah satu bakso yang memang pernah ku kunjungi sebelumnya.

Kami makan disitu, semuanya biasa saja.

“tene neng te ne neng….” oh, ringtone hape ku.

Kulihat di layar, Elis. Wah, telepon yang sudah kunantikan sejak lama tapi sayangnya sekarang malah di saat yang tidak tepat.

Aku ngobrol cukup lama dengan Elis dibarengi dengan tatapan pria itu. Aku merasa tidak enak, lalu lah aku berjanji pada Elis kalo aku akan menghubunginya nanti.

Ah, bakso ini, mengingatkanku pada Mikha. Huhu….kangen Mikha…

So, selama makan kami cuma ngobrol sedikit dan suasana benar-benar kaku. Aku saat itu memang jadi pendiam. Aku sengaja tidak ingin mengeksplor diriku, tidak ingin membiarkan mereka dengan mudah masuk ke hatiku. Aku ingin tahu sejauh apa dan dengan  cara bagaimana pria-pria ini bisa meluluhkan hatiku.

Aku memang gugup saat di dekatnya, tapi aku pikir itu wajar karena kami baru kenal. Menurutku itu bukan sama sekali karena chemistry.

So, kesimpulannya cowo ini biasa aja, dia ga bisa buat aku tertarik, tapi ya karena aku baik, aku beri kesempatan lah, pengen tau sejauh mana dia bisa, en apa aja yang akan dia lakukan.

Dan juga kenapa jalan dengannya aku malah jadi kangen dengan pria-pria lain ya???

Leave a comment »

Ceritaku Hari Ini

Hari ini aku sibuk sekaliii dan tentu saja jadinya ada banyak cerita. Sepertinya bagus juga kalau aku bersibuk2 ria, aku jadi merasa lebih hidup, haha…

Pagi tadi Sari sms, nanyain baju. Karena malas ngetik dan juga kangen lama ga ngobrol, aku telpon deh dia.
Aku : Ri, jadi pengen gamisnya?
Sari : Iya Ka, jadi.
Aku : Bahannya bagus Ri, aku aja pengen, tapi kalo ada yang mo beli mending dijual aja deh haha..
Sari : Hahaha… Emang kaka pake gamis kemana?
Aku : Loh? Aku sekarang pake gamis loh kemana2, kan pengen berpakaian syari
Sari : Hahaha… masa sih? Paling ke pengajian kaleee…

Ini kenapa ya ga ada yang percaya gitu aku sekarang berhijab syari…

Aku : Eh kerjaan kamu gimana? Berapa gajinya?
Sari : Hahaha… Gajih?
Aku : Ih ketawa, orang serius nanya
Sari : Habisnya lucu banget pertanyaannya.
Aku : ????
Sari : Aku tuh kan baru mulai Ka, jadi belum ada digajih gitu, iurannya masih dari orangtua siswa.
Aku : Ooohhh…

Hmmm… irinya dengan orang yang bekerja tidak mengharap gaji, tapi sesuai passionnya.

Setelah itu Aku dan Sari ngobrol panjang lebar dan macam2. Tak terasa sudah 1 jam.
Aku : Eh sudah jam 11 neh, gue belum mandiiii
Sari : Hahaha… sudah 1 jam donk ya kita telponan
Aku : Iya, kamu tuh ngajak ngobrol terus
Sari : Haha Kaka juga nyahut terus
Aku : Hahaha… Iya juga sih, habisnya ga enak motong pembicaraan. Eh sudah ya… ntar panjang lagi nih
Sari : Oke kak…

Ahhh… rasanya lega banget habis ngobrol ma Sari. Plong deh.
Senang juga karena ternyata aku masih punya banyak teman berbagi.
Selama ini aku terlalu fokus pada hal yang tidak penting.
Sekarang bukan masalah kehilangan lagi, tapi penyesalan.
Penyesalan untuk semua waktu dan energi yang kuhabiskan untuk hal tidak berguna itu.
Ya sudahlah.
Bukankah masa lalu adalah hikmah? Yang terpenting sekarang masa depan. Yeaaayyy…

And then cerita kedua, pagi tadi Ka Indra datang dari kampung. Ka Indra datang ma Ka Dennis, mereka ini saudaranya Luna. Mereka bawain oleh2 buah2an, rasanya senang banget. Makasih kakaaaa…

Tapi ada bad news nya. Ka Indra kesini karena mau berobat. Dan… dia didiagnosa jantung bocor. Ih serem yaa… makanya males banget periksa ma dokter, hasilnya sering nyeremin. Aku juga belum ada gugling nih, habisnya pas terakhir gugling sesuatu malah bikin sakit hati *eh

Aku miris dan kasian sama Ka Indra. Di usianya yang masih muda dan belum menikah, harus punya penyakit gitu.
Lagi2 aku merasa telah menyia2kan hidup untuk hal tidak penting, yaitu sakit hati.

Sekarang benar2 tak ingin lagi berurusan dengan seseorang yang belum pasti dan tidak pantas *noted

Leave a comment »