Menjadi PNS (2)

Sebulan kemudian setelah daftar maka aku harus ke Tanbu lagi buat ikut tes. Menguras kantong memang, 1x perjalanan ke sana 75rb, plus makan jadi 100rb, aku pp 2x kesana jadi total transport 400rb.

Sebelum tes, aku bertanya2 pada kawan yang sudah lulus dan mereka jawab mereka memang benar2 belajar hingga bisa lulus. So, aku pun berniat begitu. 1 minggu sebelum tes, aku pinjam soal ke Ayu haha (gak modal kedua). Soal dari Ayu banyak banget dan lengkap plus ada tips dan trik nya.
Aku belajarnya cuma 3 hari padahal persiapannya seminggu. Tapi 3 hari itu aku benar2 belajar : membuat resume, memahami, latihan soal dan menghafal juga.
Aku juga bermodal membeli pensil berbagai merk haha…

Pas sampe Tanbu aku nginap di tempat Ka Nisa lagi. Hari Sabtu aku spesialkan buat belajar seharian.
Di info tes dimulai 7.30 dan peserta harus datang 15 menit sebelum itu. Waktu tempuh dari rumah Ka Nisa ke tempat tes adalah 2,5 jam. Berarti aku dari rumah jam 5 kurang 15 menit. Mana dari status bbm teman ku baca bahwa sedang ada perbaikan jembatan. So, kami harus lebih awal lagi berangkatnya. Hoaammm bikin ngantuk aja mengingatnya.
Alarm ku set jam 4.15. Aku bangun kemudian langsung mandi sepagi itu. Selesai mandi ternyata masih belum masuk waktu Shubuh, jadi aku qiyamulail dulu dan bermunajat kepada-Nya. Setelah adzan baru aku sholat Subuh. Jam 5 aku berangkat dengan Ka Ari. Di saat orang2 masih di tempat tidur, aku sudah di perjalanan, hiks. Semoga berkah.

Jam 6an sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Motor Ka Ari kehabisan bensin. Untungnya di depan ada pom bensin. Tapi ulala… masih tutup. Tentu saja, mana ada yang buka sepagi ini.
Aku rasanya mau nangis. Aku terancam gagal ikut tes, berbagai hal buruk sudah terbayang di pikiranku.
Kami berjalan lagi dengan mendorong motor. Tidak ada tanda2 kehidupan. Orang2 pasti masih terlelap dengan nyamannya.
Ya Allah bantu hambamu ini…
Eh disana ada orang. Aku berjalan kesana. Dan… orang itu tidak menjual bensin. Sempat ingin kecewa, tapi pertolongan Allah begitu luas. Orang itu mau meminjamkan motornya untuk kami mencari bensin.
Ka Ari pun membawa motor orang itu dan aku menunggu disana. Alhamdulillah 15 menit kemudian Ka Ari datang bawa bensin.
Setelah itu Ka Ari ngebut bawa motornya. Mana ada perbaikan jembatan itu, adududu bagaimana ini.

Jam setengah 8 kami baru tiba di tempat tes. Sepertinya masih belum mulai, syukurlah.
Aku bergegas ke dalam, ku tinggalkan Ka Ari yang markir motor. Ulala aku di ruangan berapa. Aku tidak tahu.
Ah gampang, aku tinggal berkeliling mencari namaku dan nomor peserta. Tapi… ternyata tidak segampang itu, ruangannya tidak urut sesuai nomor peserta, tapi acak.
Oh Tuhan kenapa ujianmu begitu berat hari ini….
Aku bbm Lian, mungkin saja dia bisa membantu. Aku terus berkeliling, dan i got it.
Ahhh rasanya baru bisa bernafas lega. Benar, ada namaku disitu, ruang 73 dengan predikat kelas terjelek dipajang di depannya.
Aku iseng membuka file info tempat tes, ternyata ada info ruangan juga disitu. Dasar payah, kukira itu nomor urut haha…

Dari pengeras suara terdengar pengumuman, tes diundur hingga jam 9. Antara lega dan kecewa sih. Lega karena aku bisa istirahat dan kecewa karena merasa dibohongi, tau gitu kan aku berangkatnya tidak sepagi tadi.
Eh ada Dini dan Dina, kita ngobrol dengan akrab. Lalu mereka ngajak ke warung. Dini membelikanku pocari sweat (gak modal ke3). Aku juga bertemu adek tingkat seperti isnaini, noraheti, ikhsan kamil, azka latifah. Kalo kaka tingkat en teman seangkatan tidak ada.

Aku menjawab tes dengan lancar. Waktunya begitu pas2an. 120 menit untuk 120 soal. Tapi semuanya dapat kujawab.
Setelah itu aku langsung pulang, mampir makan mie ayam dulu dengan Ka Ari.
Ternyata kalau tes nya jauh ada untungnya karena akan banyak orang yang mendoakan. Setiap orang yang kutemui di jalan dan bertanya aku darimana, semuanya mendoakanku.
Lian, Ulak, Ka Upid, Ka Nisa dan semua yang disana mendoakanku lulus.
Sopir mobil yang kutumpangi pas pulang, dan istrinya juga mendoakanku.
Ka Jamil, Mary, Ucil juga mendoakanku.
Mama dan seluruh keluarga di Martapura sudah pasti mendoakanku.
Nisa juga mendoakanku.
Aku juga titip doa pada teman di twitter yang sedang umroh.
Dan tentu saja aku slalu berdoa di tiap selesai sholat fardhu dan juga Dhuhaku.
Aku berdoa diberi pekerjaan yang terbaik, kalau memang PNS ini baik bagiku maka biarkan aku mendapatkannya. Dan apapun hasilnya aku harap itu bisa membuat kedua orangtuaku bahagia, amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: