Menjadi PNS (1)

Cerita ini berawal dari September lalu dimana semua orang begitu ribut mencari info pengumuman penerimaan cpns, begitupula aku. Pada saat mengetahui info formasi sudah ditempel di BKD aku langsung kesana. Oya, sebenarnya aku ga segitunya sih nyari info, tapi si Ayu tuh yang keukeuh banget klik sana sini nyari infonya, aku sih dapat info dari Ayu aja haha…

Hari itu aku ke BKD dengan Ayu. Ada formasi untukku 2 orang. Sedang Ayu yang begitu gigih mencari info ternyata tidak ada satupun formasi untuknya.
Aku bertemu Eda dan Mei saat itu, jadinya aku ga beli deh fotokopi info yang supermahal itu, aku pinjam punya Eda aja haha… terus ternyata aku motokopinya di kantor Timah, jadi aku dapat gratisan deh. Gak modal banget kan? Tapi tenang setelah ini akan banyak gak modal-gak modal berikutnya haha…

Setelah hari itu ada banyak teman2ku yang bbm, iya sih gara2 aku juga pasang status ke BKD. Ada yang nanya2 formasi buat dia, juga ada yang nanya aku ikut dimana.
Waktu pengiriman berkas 2 mingguan. Kali ini aku tidak ingin gegabah seperti dulu. Aku daftar di kab.Banjar eh ternyata di Banjarbaru lebih besar peluangnya. So kali ini aku santai aja.
1 minggu setelah itu teman2ku sudah ribut cek nama sudah terdaftar apa belum. Kebetulan ada nama yang sama denganku, jadi mereka kira aku sudah. Padahal… aku belum menyiapkan apa2.

Esoknya aku ke BKD lagi nyari info, janjian dengan Mei. Aku dengar katanya di kab.Tanbu ada formasi buat kami. Tapi ternyata info di BKD tidak ada.
Iseng2 cari di google eh ketemu. Mantap lah aku daftar di Tanbu aja. Ohya, di departemen juga banyak sih formasi buatku tapi aku gak tertarik dengan keribetan dokumen yang harus dilengkapi haha…
Yang tahu aku daftar di Tanbu cuma Mei doank, lalu entah kenapa Ina juga tahu. Aku juga tidak mengerti kenapa aku merahasiakannya. Mungkin tidak ingin banyak saingan kali yah haha…

Aku pergi ke Tanbu ikut mobil Aki. Sampe disana nginap tempat Ulak. Eh ternyata ada acara katanya en Ka Nisa baru bisa menemaniku daftar lusa. Ya okelah kalo begitu.
Sempat terjadi masalah juga mengenai tempat pendaftaran. Mama Lian yang bilang di Kappet dan Ka Nisa yang bilang di Gunung Tinggi. Kalo dari info yang aku baca sih di Kappet, tapi aku tidak berani kasih tau Ka Nisa karena Ka Nisa bilang gak mau ngantar kalo di Kappet karena itu jauh banget dekat bandara.
Jadilah kami pergi pagi itu. Sembari di jalan Ka Nisa hubungi temannya dan juga adeknya buat nanya tempat pendaftaran.
Dan… semuanya bilang di Kappet. Dengan terpaksa Ka Nisa menemaniku, karena kami sudah separo jalan. Aku sebenarnya tidak enak tapi bagaimana lagi. Tempatnya itu sekitar 2,5 jam dari rumah Ka Nisa. Jauh dan sangat melelahkan.
Disana aku bertemu beberapa orang seperti Udin Bio dan Yusrina. Sebenarnya aku hectic banget disana. Secara format surat lamaran dan surat pernyataan yang kubuat tidak sama. Jadi aku bikin lagi disana.
Untungnya semuanya berjalan lancar. Aku pun pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: