Aku sakit

Bermula dari malam Minggu, aku dan teman2 menghadiri acara pernikahan Soim. Disitu Nisa, Yanti dan Ayu cerita mereka sedang tidak enak badan.
“Wahhh berarti cuma aku donk yang sehat…” kataku dengan bangganya.
“Iya nih sakit gigi..” ucap Yanti.
“Wah sakit gigi mah masih mending.. klo sakit kepala parah tuh, gak bisa ngapa2in” jelas Ayu.

Kami pulang. Esok harinya aku menghadiri family gathering di Sungai Rangas. Aku ikut naik mobil. Fine2 aja sih walo sempat ada yang muntah di dalam mobil. Pulangnya Dinda ngajak naik motor ikut Abah. So, aku tukeran Mama yang ikut naik mobil.
Dan ternyata… sepertinya aku masih fobia naik motor. Sepanjang jalan aku terus worry dan berdoa. Harusnya aku gak tukeran tadi. Mana ternyata mobil yang mama naiki mogok, kasian Mama.

Pas Magrib, aku merasa kepanasan, so aku cuci muka dan basahi rambut. Kebetulan aku lagi tidak sholat, jadi aku gak ada wudhu.
Saat butiran air itu menyentuh wajah dan rambutku rasanya segar banget. Ah.. harusnya dari tadi aku bercengkerama dengan air.
Tapi… beberapa saat kemudian… aku menggigil, aku kedinginan. Aku segera mengambil jaket dan mematikan kipas angin. Tapi mama kepanasan so kipas angin dihidupkan lagi.
Aku kepanasan pake jaket, kulepaslah. Tapi setelah kulepas jaket aku malah kedinginan lagi. Kenapa jadi serba salah gini. Akhirnya aku tetap pake jaket. Dan tidak hanya itu kepalaku tiba2 sakit banget. Sepertinya aku sakit karena masuk angin dan perubahan suhu panas ke dingin secara mendadak.
Aku memutuskan tidur cepat malam ini. Tanpa makan malam.

Aku bisa tertidur beberapa jam, tapi tengah malam aku terbangun, rasanya kepalaku mau pecah. Ingin bangun dan minum obat tapi seingatku tidak ada obat sakit kepala di kotak obat.
Aku menahan rasa sakitku sampe pagi, benar2 sangat tidak nyaman.
Jam 6 kurang aku bangun dan langsung mencari2 obat, mama ikut terbangun mendengar ribut2ku.
Mama memberi obat untukku. Aku segera meminumnya dan rebahan. Beberapa menit kutunggu, tidak ada reaksi dari obat itu. Harusnya aku minum antimo saja biar ngantuk dan tertidur.
Mama lalu mengurut kepalaku dengan bawang. Rasanya nyaman banget. Perlahan aku mulai ngantuk dan tertidur.
Jam 7an mama membangunkanku untuk sarapan. Aku makan dengan lahap dan rebahan lagi.
Rasanya lebih nyaman sekarang, sepertinya karena perhatian mama.
Aku sedih, mama sangat perhatian. Padahal kalau mama sakit, biasanya aku diam aja karena tidak tahu harus berbuat apa.

Betapa nikmat sehat itu luar biasa.
Mari kita sayangi tubuh kita dan jaga kesehatan.

Makasih mama, love you…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: