Archive for October, 2013

Sebuah Surprise

Sudah awal Oktober, seharusnya kerjaan dikit neh, tapi berhubung akhir bulan kemarin banyak yang belum beres maka lah numpuk ke awal bulan gini.
Oktober, bulan yang Mia tau adalah bulan spesial karena bulan kesehatan gigi nasional *eh

Bulan ini ultah pacarnya dan tahun pertama mereka akan merayakannya, makanya Mia ingin membuat sesuatu yang spesial. Tapi banyaknya kerjaan ini membuatnya tidak sempat untuk hunting gift buat orang yang disayangnya itu.

Tanggal 14 pe 16 Mia ditugaskan ke Jakarta untuk mengikuti training.
Balik ke Banjarmasin Mia sakit, mungkin ngedrop karena sepanjang awal bulan tenaganya begitu diporsir, aduh bagaimana ini, kado buat Mikha belum dibeli, adududududu….

Sepanjang sore Mia rebahan saja di kamar kos nya, hingga malam perutnya terasa lapar tapi rasanya tak mampu bangun.
“Mia… keluar yuk cari makan” ajak Ina.
“Aduh… kepalaku masih pusing nih Na…” jawabnya.
“Ayo ka Mia… sekalian kita jalan2” tiba2 Irma sudah muncul juga di pintu kamarnya.
“Oke deh… sekalian mo cari kado buat Mikha” Mia pun siap2.

Mereka makan di Wongsolo malam itu, dan rute selanjutnya hunting kado. Mia sih rencananya mo kasih jaket so mereka mengunjungi beberapa distro pakaian malam itu.
Dan aigoo… ternyata sulit sekali mencari jaket untuk Mikha, maklum ukuran tubuhnya lumayan besar. Pencarian malam itu gagal.

Tanggal 24 ultahnya, sekarang sudah tanggal 20, sudah deadline banget. Mia mengajak Ina dan Irma hunting lagi. Mereka berkeliling lagi, mencari yang cocok modelnya dan ukurannya juga cocok. Sulit ya ternyata jadi orang gemuk, padahal selama ini Mia begitu terobsesi untuk menjadi gemuk.

Finally… Mia got it. Di ramayana, banyak jaket2 ukuran gede. Syukurlah akhirnya dapat. Sekarang nyari bungkusnya. Mereka mampir di dunia kado dan finished.

Oya, tidak lupa bikin ucapan yang sweet, numpang ngeprint di kantor haha…
Terus gimana cara ngasihnya nih? Pengennya sih dikirim lewat pos gitu, kan surprise banget, tapi kayanya gak keburu.

Isi paket kadonya adalah : jaket hasil hunting kemarin, baju kaos LG hadiah Mia kirim artikel ke buletin LG, boneka kura2 hasil Mia beli di mall, en mobil HW limited edition oleh2 Mia dari Jakarta.

Setelah berdiskusi panjang dengan Ina akhirnya tersusunlah rencana yang sangat jenius. Mia sudah tidak sabar ingin menjalankan misi kejutan ini.

Sebelumnya Mia menghubungi Dewi sepupu Mikha untuk memastikan keberadaan mamanya Mikha.

Malam sebelum hari H Mikha sms :
Mia beneran gak bisa ikut neh? Yah sayang banget, emang kerjaannya gak bisa ditinggal yaaa?

Hihihi… tentu saja Mia bilang tidak untuk acara itu.

Mia balas :
Iya hun… Mia ga bisa, ini kerjaan sampe gedabuk. Salam aja ya ma teman2 en have fun buat acaranya. Pi Bday Hun… maaf ga bisa dateng :*

Gak peduli betapa kecewanya Mikha, toh itu pasti akan terbayar dengan rencananya ini. Hehe..

Hari itupun tiba… Show Time…
Sabtu, Mia pulang cepat sore ini. Sepanjang jalan Banjarmasin – Martapura hatinya begitu berbunga2. Tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

Ia istirahat dulu sebentar. Stalk FB Mikha en teman2nya tapi tak ada info mereka sudah berangkat atau belum. Katanya sih habis Ashar, harusnya sekarang sudah berangkat. Oke bismillah…

Kenapa pas dekat rumah Mikha, Mia malah jadi gugup gini. Akhirnya stop depan rumahnya, sepi. Wadooouuhhh….
Gimana ini?? Show must go on…
Sms Dewi nanya keberadaan mama Mikha. Tidak berapa lama mamah datang sambil pegang henpon.
“Mia… kok ga bilang mau dateng… ini untung Dewi nelponin. Mamah lagi di warung tadi…” sapa mamanya.
Mia cuma senyum sambil mengikuti masuk ke dalam rumah.
“Duduk dulu Mia… mamah telpon Mikha dulu.”
“Ga usah Ma… Mia bentar aja.. cuma mo ngasih ini” kata Mia sambil menyerahkan bungkusan super gede itu.
“Wahh… apa ini? Mia emang ga ada kontak sama Mikha ya? Ko bisa selisihan gini?” Mamanya bingung.
“Iya… Mikha bilang sih mo pergi ma temen2nya tapi Mia sibuk tadi mah… oya Mia pulang dulu” pamitnya.
” Loh kok pulang? Minum dulu Mia…”
“Makasih Ma.. Assalamu alaikum” sambil nyium tangan mamanya.

Sambil muter motor, Mia lihat mamanya nelpon, nelpon Mikha pasti neh. Ia harus segera pergi sebelum mereka bertemu. Mikha pasti akan menghubunginya juga nih, segera ia menonaktifkan hapenya.

Kemanaaa… kemanaaa… kemaaanaaa… akhirnya Mia berada di rumah Heni… Heninya lagi pacaran… hmmm…
Biarin deh, numpang sembunyi inih.
Hampir magrib baru Mia pulang, sampe rumah langsung disambut mama.
“Mia… td Mikha kesini, dia kaya ribet banget nyariin kamu. Ituh tadi dia juga ngasih ayam buat dimakan rame2.. sudah dimakan sama Dinda en Nia 1 potong”.
Mia diam sambil tersenyum dalam hati. Diambilnya hape nya yang sengaja ditinggalnya tadi, ada puluhan miskol dari Mikha. Haha… Mia puas sekali rasanya.
Kemudian Mia menghidupkan hape yang dinonaktifkannya tadi.
Ting.
Ting.
Ting.

Ada begitu banyak sms masuk, dari Mikha.

Arrrghhh… hari ini rasanya indah banget. Mikha begitu mencarinya, tidak pernah seperti ini.
Dibacanya satu per satu sms Mikha.
“Mia dimana?”
“Mia… dimana? Kok di telpon ga diangkat”
“Mia… kata mama tadi Mia ke rumah. Ih Mia ngerjain deh… Pantes tadi siang Dewi nanya2 mama sore ada apa gak di rumah. Ternyata komplotan ma Mia ya…”
“Mia… Mikha ke rumah… Mia ga ada? Mia dimana?”

Hihihihi…

Ting. Bunyi lagi.
“Mia…” isi sms nya.
“Ya hun..” balasnya.
“Mia jahat ih, Mikha cari kemana2. Sembunyi dimana?”
” Ga sembunyi. Ke tempat temen tadi”
“Hape pake ga aktif lagi. Pengen ketemuuu… Mikha ke rumah Mia sekarang ya…”
“Ga ah…” ish sok jual mahal niyeee
“Mia… Mikha pengen ketemuuu…”
“Sudah malam Hun…”
“Besok ya besok…”
“Oke :)”
“Aseekkk…”

***

Hari ini Indah Tuhan… Terimakasih semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana.
Thanks Ina untuk masukannya dan ide2 gilanya.
Thanks Ina dan Irma yang sudah nemenin hunting kado.
Makasih juga Dewi yang menghubungi mama Mikha.

Kenangan 3 tahun lalu, 24 Oktober 2010

Advertisements

Leave a comment »

Aku dan Supir Taksi

Ada orang yang kita tahu “wah jalan sama dia nih kayanya bakalan muter2”.

Supir taksi aja gak suka kita bilang “jalan aja dulu…”, iya supir taksi juga ga mau diajak muter2 ga jelas tujuan apalagi kita kan?

Aku… sampai saat ini belum menemukan orang yang punya tujuan jelas itu. Slalu mendapati orang yang sukanya muter2 doank. Dikira ga pusing kaleee gue.

Tidak mau menghabiskan energi untuk orang2 seperti itu.
Tidak ingin diajak “jalani aja dulu”.. atau ada yang sok keren bilangnya “Let It Flow”…
Sudah cukup menyia2kan waktu dengan orang yang tidak tepat.

Leave a comment »

Renungan Sore Itu

Buka puasa kali ini terasa berbeda. Aku merasa senang dan gembira. Bukan karena makanannya yang mewah, bukan juga karena ada ucapan met buka puasa dari seseorang.

Buka puasa hari ini aku bareng adek2 kecilku. Entah kenapa semua rasa itu membuncah. Aku makan lauk seadanya itu dengan berbagi, tapi aku kenyang.

Ya Allah nikmatMu yang mana lagi yang harus aku dustakan??

Kenapa manusia sering mengeluh untuk hal2 yang harusnya disyukuri.

Tak peduli seberapa beratpun hidupku.
Aku cuma ingin tersenyum, aku cuma ingin bersyukur.

Leave a comment »

Your Future ???

Rasanya ketika tau aku tidak ada dalam rencana masa depannya itu… masih saja rasanya sama… masih tetap menyakitkan.

Ini pernah kualami pada Frans, Mikha dan sekarang dia..

***

Dia… dia.. dia…
Aku harus melupakannya. Semakin kesini aku merasa semakin muak, dengan segala perbedaan yang ada, dengan semua kenyataan yang harus kuterima.

Dia… membuat hidupku berubah. Aku bahkan merasa tak bisa meneruskan semua kegilaanku. Bahkan rasanya dia sedikit merenggut kebahagiaanku.

Hidupku lebih bahagia sebelum ada dia. Aku lebih banyak tertawa tanpanya. Pikiranku lebih tenang kalau tak memikirkannya.

***

Jodohku…
Masih menunggumu Sayang..
Entah dimana dan entah kapan.

Lelaki baik untuk perempuan baik
Lelaki penzina untuk perempuan penzina

Aku ingin seseorang yang baik, aku harus memperbaiki diri.

Leave a comment »

An Effort

Aku sudah jauh berlari tapi kenapa aku kembali kesini?
Bukankah aku berlari untuk pergi dari sini?

***

Hidup ini seperti permainan ular tangga. Kadang kita beruntung bisa dapat tangga dan naik ke atas dengan cepat.
Tapi kita lebih sering dapat ular sehingga jatuh jauh ke bawah.

Aku tidak ingin kembali, aku tidak ingin jatuh…
Aku ingin maju, help me God !!!

Leave a comment »

Move On

Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak bagus. Ya tidak pernah ada baiknya. Begitujuga kita mengenal orang.
Seperti yang pernah ku baca “kalo pengen menyukai orang maka kenalilah dia dari jauh tapi kalo ingin membencinya maka kenali lebih dekat”.

Malam ini… aku chat dengannya.
Lu orang Sunda? Tanyaku.
Iya bener, lu ga suka ya sama orang sunda? Jawabnya.

Entahlah kenapa dia malah menjawab begitu. Kami bicara banyak hal malam ini, hingga…. jam 2 malam. Iya Freak banget gue. Rasanya badan jadi lesu dan layu. Gak lagi2 deh kebablasan gini.
Apalagi ternyata chat kami berujung dengan berantem.

Gue ga mau lagi chat ama lu… Itu kata2 terakhirnya.

Hmmm… Ada apa? Kenapa dia selebay itu? Apa mungkin dia memang lagi nyari2 alasan untuk meninggalkanku?

But… oke mungkin memang cukup sampe disini. Toh dia yang bilang ga mau chat lagi. So ya aku tetap stay and santai aja.

Eh siangnya dia chat aku. Antara senang dan tidak sih. Karena sebenarnya aku sudah berpikir mungkin memang kami lebih baik tidak berhubungan lagi dan mending dia yang memutuskan. Aku lebih memilih ditinggalkan karena untuk meninggalkan itu perlu energi yang lbh besar.

Aku tidak mau meneruskan semua ini. Aku akhiri chat kami.
Sudah dulu yaa.. bubey… sampai jumpa seminggu lagi..
Behhh… emg mau kemana?? Tanyanya bingung.
Dadaaahhh… kataku tak ingin menjelaskannya.

Seminggu tanpanya… harus bisa… jauhkan hp sebelum tidur…

Ini bukan tentang kehilangan atau melepaskan. Cuma kembali ke titik awal dmana dia tidak ada dan kembali jadi tidak ada.

Leave a comment »

Ini Tentang Rindu

Slalu terperangkap pada labirin yang sama. Ingin cepat2 keluar tapi tak menemukan jalannya.
Memang salahku masuk kesana.
Iya ini salahku.

***

Butiran rindu itu masih menetes. Terus membasahi hati hingga rasanya seperti banjir rindu. Aku tak tau akan meluapkannya kemana. Meski nyatanya di pikiranku hanya ada 1 nama.

“Pulang besok ya?” Chat ku di line padanya.
“Iya” balasnya singkat.
“Pagi?” Tanyaku lagi.
“Iya” huffhhh chat macam apa ini.
“Take care and save flight yaa…”
“Tq ya..”

*end chat

Flat, garing, not interested.
Tapi nyatanya chat super singkat dan tak penting itu mampu membuat aliran rindu itu mengalir.
Dadaku lebih ringan dan hatiku plong.

#bahagiaitusederhana

Leave a comment »