Melting Moments

Aku slalu tak kuasa menahan diri dan air mata ketika mendengar tentang orangtua, kemiskinan dan kematian.

Kenapa orangtua? Karena begitu banyak jasa mereka dan aku tak bisa membalasnya dengan apapun. Aku slalu sedih setiap mendengar puisi atau cerita tentang ibu atau ayah. Bahkan mendengar lagu Bunda nya Teh Melly saja airmataku sering menetes.

Kemiskinan? Aku slalu trenyuh melihat kemiskinan. Acara2 di TV atau melihat langsung. Rasanya aku jadi orang kok gak bersyukur banget. Ada begitu banyak orang yang jauuuuuh lebih melarat terus kenapa aku masih saja mengeluh setiap hari?

Terakhir kematian. Aku menitikkan airmata saat ada yang pulang, bahkan untuk seseorang yang tidak kukenal. Bukan karena kepergiannya atu kehilangannya. Tapi sebuah warning untuk diriku sendiri bahwa kematian itu pasti. Sudah siapkah aku? Sudah seberapa banyak amalku?
Dan lagi2 cuma ingin mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan hidup di dunia ini bukan harta dan kebahagiaan semata, tapi adalah bekal untuk di akhirat nanti.

Semangat ukhti !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: