Archive for April, 2013

Finding Destiny (Eps. 85) : Ada Apa Dengan Rama??

‘Jadiaaaannn…. aku akhirnya jadi ma cewe yang pertama. Karena cewe kedua telat beberapa menit. Tenaaangg.. kamu kebagian kok traktirannya’.

Aku bingung tiba2 mendapat message di fb seperti itu. Padahal bukan itu yang kuinginkan. Bukankah sebelumnya aku message dia yang isinya kangen. Kenapa malah dibalas seperti itu??
Aku malah lebih comfort dia tidak membalasnya. It’s mean dia gak punya feeling donk ke aku.
Terus sekarang? Dia membalas seperti itu apa maksudnya?
Oke dia tidak menerima rasa sukaku padanya. Lalu kenapa dia harus memberitahu kalau dia sekarang sudah punya pacar??
Oke, maybe dia memang slama ini menganggapku sebagai sahabat dan dia ingin selamanya tetap begitu. Ya ya sepertinya begitu.

Tidak kubalas message nya. Karena aku juga tak tahu harus membalas apa.
Daaaann… tiba2 saja dia datang ke rumah dan mengajakku makan.

Kini kami disini. Makan dan berdua. Apa-apaan ini?? Bukankah dia baru jadian? Lalu kenapa sekarang dia malah berduaan denganku?

Sepanjang makan aku tak pernah mengungkit tentang message ku atau message nya. Kami bercerita lain dengan gembira. Seperti tak pernah terjadi apa2.

“Dingin yaa?” Tanyanya
“Iya.. hehehe” jawabku sambil menggenggam tanganku sendiri.
Dia kemudian melepas jaketnya dan memasangkan padaku.
“Eh..jangan..jangan… gak usah” tolakku.
“Gak papa. Pake aja” senyumnyaaahhh…
“Kamu gak bilang sih kalo kita makan sejauh ini. Aku kira kita makan di depan doank” dan kini jaket hijau itu sudah melekat di badanku.
“Yuk kita pulang…” ajaknya.

Tapiii….
“Eh ini mo kemana?? Katanya mo pulang” tegurku.
“Nongkrong bentar ya”. Dia aneh.

Kami pesan jagung bakar malam itu sambil bincang2 lagi.
“Pinjam hape kamu donk” pintanya.
“Ngapain?” Ya ya dia memang sangat aneh.
“Sini…” dia merebut hapeku dan kami pun rebutan sebentar karena kemudian aku menyerah. Kini hapeku di tangannya.
“Ini buat kamu” dia memberikan hapenya padaku.

Tak lama hapenya yang ada di tanganku berbunyi. Aku masih diam saja.
“Bukaaaa…!!” Suruhnya.

‘Aku sayang kamu’ isi bbm itu.

“Ihhh… jahat banget sih. Kenapa invite aku lagi? Terus kenapa juga bbm kaya gitu dari hapeku. Ntar dikira orang itu aku yang ngetik. Huwaaaaa” protesku.

“Cerewet” dan hanya itu kata yang keluar dari mulutnya. Menyebalkan.

***

Dan mama membangunkanku.
Aaaarrrggghhhh… kenapa harus memimpikan dia sih?? Dan kenapa mimpinya harus seperti itu.
Ada apa iniiii????

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 84) : So Tired

Tiga hari ini cukup menguras energiku. Sepertinya aku memang sudah capek. Aku sudah gila dan stress.

Dimulai dari aku mengirim message ke Rama yang isinya “Aku kangen”.
Terlalu berani memang, bahkan seperti tidak tahu malu. Entahlah. Yang pasti aku masih sadar waktu mengetikkan itu. Pikirku dia sudah pergi juga. Jadi smuanya akan tetap sama meski kata itu kukirimkan atau tidak. Aku cuma ingin tenang dan lega. Setidaknya dia tahu apa yang kurasakan, tanpa kode. Biarlah secara lugas.

Dan hari selanjutnya yaitu kemarin, tiba2 saja aku mendapat info tentang Frans. Dia di Spanyol. Lalu untuk apa smua ini?? Aku mencoba mengirimkan permintaan pertemanan dan message kepadanya. Tapi kemudian aku sadar, seharusnya tidak. Karena dia masih pakai fb nya yang lama. Kalau dia ingin membalas message ku sudah dari dulu. Bukankah ada puluhan message ku disitu??
Ups.. itu fb yang mana ya?? Bukankah fb ku di hack??
Aaaaaarggghhh… jangan2 dia membalas message ku di fb ku yang di hack itu. Ya ya… aku baru sadar smua message ku itu dari fb ku yang dulu. Adudududdu… aku harus bagaimana?? Aku bingung.
Dan lagi aku mendapat pertanyaan yang sama dan slalu pertanyaan itu yang ditanyakan mereka padaku.
“Bagaimana kalau Frans sudah menikah?? Apa yang kamu lakukan??”
I’m lost.

Kemudian hari ini, pagi2 Ina sudah kirim chat memberitahu bahwa mantan pacarku menikah. Tidak begitu syok sih karena aku sudah tidak punya perasaan lagi padanya. Hmmm… aku kapan menikah ya?? Sepertinya tidak ada lelaki yang mau pada gadis pengangguran dan pemalas sepertiku. Sepertinya cuma Frans yang cocok untukku. Ah, manusia ini tau apa?? Hanya Tuhan yang tahu siapa dia “jodohku”???

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 83) : True Love

Aku kira ini smua sudah antiklimaks dan tinggal menunggu ending.
Aku bahkan sudah tahu endingnya akan seperti apa.

Lalu… kenapa ada sebuah klimaks lagi?
Kenapa dia harus muncul lagi?
Kenapa aku harus tahu tentangnya lagi?

Ya pagi ini cukup membuat pagi indahku terusik.
Aku sangat tidak menyangka ketika ku ketikkan namanya di pencarian aku akan mendapatkan sesuatu.
Toh slama ini smuanya nihil.
Sepanjang 2 tahun ini aku terus mengetik namanya di kolom pencarian google dan aku tak pernah dapat apa2.

Tapi… pagi ini i got it.
Ya, dia di Catalunya yang aku bahkan harus googling dan mention di twitter untuk tahu itu dimana.
Frans, kenapa aku harus tahu lagi bahwa kamu ada di Spanyol?
Aku bahkan tak tahu harus bersikap bagaimana untuk smua ini.
Aku memang tak ingin hatiku berharap lagi.
Tapi aku juga tidak menyembunyikan kegembiraanku tahu bahwa kamu masih hidup.
Apalagi getaran dan gemuruh di dadaku ini sama sekali tak dapat diajak kompromi.
Aku memang lelah dipermainkan waktu.
Tapi tak ada hal yang tak mungkin.
Tak ada hal yang kebetulan.

Aku cuma ingin tahu apakah benar cinta sejati itu hanya terjadi sekali seumur hidup?
Kalau benar maka begitu malang nasibku karena tak bisa jatuh cinta lagi.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 82) : Sebuah Impian

Yeayyy… sebentar lagi salah satu impianku bakal terwujud. Smoga smuanya berjalan lancar’, amin.

Tapi sebenarnya bukan itu yang ingin ku ceritakan.
Jadi, tadi aku ke warnet. Ternyata sekarang sulit juga ya nyari warnet, banyak yang tutup gitu deh. Akhirnya aku nge’net di warnet ruko pinggir jalan itu.
Sebenarnya agak risih juga sih. Karena sekarang warnet identik dengan cowo dan anak2 untuk main games online. Lha aku?? Mau apa?? Mungkin itu pikir mereka.
Cuek aja lah. Toh setelah sudah dalam box mana peduli lagi dengan orang lain.
Huwaaaa… dan tujuanku ke warnet tidak terpenuhi. Aku mengalami kegagalan berulang-ulang melakukan hal yang ingin kulakukan itu.
Akhirnya aku pulang dengan putus asa. Sampe parkiran eh ternyata hujan pula. Aku ingin segera mengambil motorku. Tapi tatapan seorang lelaki menghentikanku.
Aku menatapnya, kami pun bertatapan.
Aku langsung membuka tas dan mengambil uang seribuan lalu kusodorkan ke lelaki itu.
“Ini” ucapku.
Lelaki itu masih diam dan cuek.
“Bayar parkir??” Tanyaku.
“Saya jualan siomay mba. Bukan tukang parkir. Itu gerobaknya” jawabnya sambil menunjuk gerobak siomay di depan.

Aku pun berlalu secepatnya. Tengsiiinnn….

Leave a comment »