Archive for March, 2013

Finding Destiny (Eps. 81) : Dreaming of You

Semenjak aku mendelcont Rama seminggu yang lalu, hidupku benar2 terasa lebih nyaman dan tenang. Ya sepertinya keputusanku itu sangat tepat.
Walaupun kadang ada sedikit waktu ku merindukannya tapi itu hanya sebentar.

Dan anehnya selama seminggu ini aku 2x memimpikannya. Pertama kemarin aku mimpi ia menelponku dan ngomel kenapa aku men delcont nya. Apa salahnya dan lain2, intinya dia sangat marah dan kesal.
Lalu malam tadi aku mimpi dia ke rumahku meminta maaf untuk semua kesalahannya. Ah, smua ini absurd tapi terasa nyata.

Ya ya tampaknya dia merindukanku, smoga.

Advertisements

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 80) : Harga memang Tak Pernah Bohong

Harga dan kualitas. Ya, ya aku sudah cukup sering menyimpulkan tentang ini.
Dan memang harga tidak pernah bohong.

Itu terjadi pada kualitas gadget yang ber’merk dan tidak. Pada makanan di pinggir jalan dan restoran.
Hingga di rumah sakit antara yang bayar dan menggunakan jamkesmas.

Juga pada gigiku. Ya, sampai hari ini gigiku masih belum sembuh, padahal waktu aku cabut gigi di Banjarmasin sehari juga sembuh. Dan tentu saja itu pasti karena aku periksa di dokter gigi saat di Banjarmasin dan diberikan obat dengan berbayar. Sedang kemarin, aku cabut gigi di puskesmas dengan cuma bayar 10ribu untuk biaya cabut saja dan obat gratis.

Ah memang orang yang punya uang itu lebih nyaman hidupnya.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 79) : Chating To Be Sleeping

Di antara berbagai jenis pengguna gadget di iklan smartfren maka yang paling cocok denganku adalah “chating-chating mulu”.

Chating sudah menjadi bagian dari keseharianku. Rasanya senang aja gitu, bahkan aku sering ketiduran dengan hape di tangan dan chat yang belum terjawab, haha…

Beruntung punya teman yang pengertian dan sudah tau kebiasaanku. Ya, aku punya ritual sebelum tidur yaitu “chating”.
Tapi chating disini bukan ngobrol panjang hingga malam gitu.
Aku cukup say “hay” ato manggil nama temenku di chat. Dan kemudian aku tertidur.

Pasti orang di seberang sana bingung. Ini ngajak chat tapi kok gak balas2 lagi? Hahaha…
That’s me.
Chating seperti obat tidur buatku.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 78) : Lagi???

Kenapa orang itu harus hadir lagi?
Kenapa dia tidak bosan mengganggu hidupku?
Apa ini yang dinamakan takdir?
Apa ini yang dinamakan jodoh?

Apa dia jodohku?
Tapi kenapa dia?
Kalau memang dia kenapa tidak dari dulu?
Kenapa harus melewati semua ini?

Tapi bagaimana mungkin dia?
Bagaimana bisa aku berjodoh dengan orang yang sama sekali tidak kuinginkan?
Apa aku mau bersama dengan orang yang pernah menyakitiku begitu dalam?

Walau dia berubah sejuta kali lebih baik pun.
Sungguh aku tetap tidak menginginkannya.
Hanya Tuhan yang tahu arti smua ini.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 77) : Finally (End)

Aku lelah. Aku capek. Aku jenuh. Aku bosan.
Dengan adanya dia rasanya cuma membuat hidupku sakit, malah kadang membuatku berharap.

Oke ini smua memang harus diakhiri.
Search contact.
Delete contact.
Oke.

Selamat tinggal Mbem..
Kali ini takkan ada lagi kesempatan kedua.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 76) : Finally…

I’m Capricorn. Dan menurut ramalan yang pernah Yun kirim kepadaku maka Capricorn itu tidak jauh2 dari sakit gigi.
Waktu Yun mengirim itu aku benar2 ngomel dan menyangkalnya. But… it’s true. Gue sering banget sakit gigi. Puk…puk…

Karena rasa sakit yang tiada henti itu. Maka hari Senin kemarin aku memutuskan untuk melepaskannya, merelakan sang gigi pergi dari mulutku, dari hidupku.

Ini memang bukan hal biasa bagiku. Aku takut dan merasa ini sebuah momen pentiiiinggg banget. Perduli deh apa kata orang.

Dan ternyata… pas sampe dokter gigi, prosesi pencabutannya ditunda 3 hari. Aku disuruh minum obat dulu gituh. Fyuiuuuhhh…

Aku kan sudah siap lahir dan bathin. Menunggu ini cuma memperpanjang penderitaanku. Tapi yah jalani saja lah.

Selama 3 hari ini aku harus minum obat dan di hari ke-2 mama masak tempuyak (makanan yang terbuat dari durian). Dan smua orang tahu bahwa obat da durian itu berlawanan. Karena begitu inginnya maka kuputuskan untuk tidak minum obat malam ini dan makan tempuyak. Yeaaaayyy…

Smua berjalan lancar sampe aku tertidur dan terbangun tengah malam. Gigiku sakit banget. Sepertinya efek aku tidak minum obat tadi. Aduh bagaimana ini?? Aku masih berusaha menahannya sampai jam 4 subuh dan aku tidak sanggup lagi. Aku pun bangun dan mengambil obatku lalu meminumnya. Perlu proses juga sih sampe rasa sakit itu hilang. Yang aku sadar aku terbangun jam setengah 9, sepertinya dampak obat. Dan aku ketinggalan sholat subuh, hiksss…

Aku benar2 menyesali keputusanku untuk tidak minum obat. Harusnya aku lebih bersabar dan bisa menahan diri.

Oke next..

Hari itu pun tiba, walaupun masih merasa sedikit nyeri pada gigiku. Aku tetap nekat ingin mencabutnya. Pagi2 sudah tiba di dokter gigi dan pak dokter mengenali aku serta langsung menyuruhku masuk, padahal ada ibu2 sebelum aku yang lebih dulu datang, hueheueheuehue…

Aku rebahan, lalu disuntik, Sari disuruh masuk menemaniku, disuntik lagi (karena yang pertama tidak cukup membuat mulutku kebal), proses pencabutan pun dimulai.

Tidak ada rasa sakit seperti yang kubayangkan. Yah aku cuma perlu tenaga ekstra saja karena giginya cukup sulit dicabut. Dan juga harus menahan obat bius ini lebih lama karena harus disuntik 2x tadi.

Kalau ditanya apakah masih mau dicabut gigi lagi?? Tentu saja jawabanku masih “tidaaaakkkkkk”.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 75) : Dibalik Sebuah Konser

Hari Rabu kemarin aku diajak teman untuk menonton konser sebuah band yang sedang fenomenal di Indonesia. Berhubung aku memang sedang free ya aku oke aja.

Jam 2 kami sudah berangkat dari rumah karena lokasi konser nya yang memang di luar kota dan open gate nya pukul 4.

Dan ternyata ada ritual jemput menjemput dulu sebelum berangkat. En finally jam setengah 4 baru terkumpul semuanya dan berangkat. Toh ternyata di jalan kepisah juga. Ngapain yeee pake kumpul2 en saling menunggu.

Jam setengah 5 sampe TKP. Aku cuma berdua dengan temanku. Teman2 yang lain entah dimana. Di depan stadion sudah banyak orang. Ya, acaranya di stadion bukan di gedung.

Aku haus tapi temanku ini tidak juga membeli minum. Jadi aku pergi saja sendiri. Eh si temanku ini beli juga. Aku menyuruhnya untuk menghubungi teman2 yang lain eh katanya dia gak ada pulsa. Astaga.

Finally lagi jam setengah 7 gate baru dibuka. Tepat saat berkumandangnya adzan maghrib, untung aku pas lagi halangan, kalo gak aku bakalan ketinggalan 3 waktu sholat.

Kami smua berada di barisan depan panggung. Ah capek banget rasanya. Dari jam 2 berangkat. Berdiri kurang lebih 4 jam. Dan ternyata konsernya baru mulai jam setengah 9. Aku harus berdiri di depan panggung 2 jam sebelum acara dimulai.

Rasanya ingin mundur. Menyesal berada di tempat ini. Belum mulai konsernya aku sudah drop banget.

Konser dimulaiiii…
Aku tidak menikmati meski wajah tampan sang vokalis sepertinya membius smua wanita yang ada disini.
Aku lelah, ingin sekali keluar dari barisan ini. Kumpulan orang2 yang sedang berloncat2 dan bernyanyi. Aku salah tempat. Aku seharusnya tidak disini.

Lapangan yang sangat luar biasa becek karena habis hujan membuat suasana semakin tidak nyaman. Kaos kaki dan sepatu yang basah. Ditambah lagi teriakan seseorang di sampingku yang katanya ada ular.
So worrying i feel. Ada ular?? Itu kan makhluk yang paling aku takuti. Dan sisa konser itu kuhabiskan dengan terus melihat ke bawah. Memastikan bahwa pada tanah yang kuinjak itu aman, tidak ada hewan melata yang kapan saja bisa melingkar pada kaki jenjangku yang indah (hahaha).

Ada lagi hal annoying lainnya. Cowo di dekatku ini. Tidak.. dia tidak menggangguku. Tapi dia tampaknya sedang pedekate. Dia terus merayu gadis itu dan gadis itu sibuk bercumbu dengan henponnya sendiri. Dan cowo itu memegang tangan gadis itu. Awww… kemudian gadis itu berusaha melepaskan pegangan cowo itu. Entahlah apa yang terjadi selanjutnya. Aku cuma tau bahwa gadis itu menulis sayang di smsnya dan ada wallpaper seorang cowo di layar hapenya. It’s mean dia sudah punya pacar. Ah sudahlah.

Dan temanku.. dia sedang nyanyi, bahagia sekali, bertepuk tangan, loncat2.

Aku pingsan.

Leave a comment »