Finding Destiny (Eps. 2) : Kak Dona

Mia bangun pagi itu, dengan perut lapar tentunya. Tapi suasana rumah sepertinya sudah lebih kondusif.

Mia menarik nafas lega. Mengambil air putih dan meminumnya. Ingin makan sesuatu tapi di dapurnya memang tidak ada apa2. Ah, biarlah, nanti dipikirkan mau makan apa, pikir Mia.

Ia berjalan menuju cermin. Kebiasaannya tiap pagi adalah bercermin, ingin melihat apakah ketika bangun di pagi harinya dirinya akan berubah menjadi putri. Mia tersenyum di depan cermin.
Tapi… Senyumnya terhenti tatkala melihat ada bentol2 merah dimukanya. Apa ini? Ia pagi ini seperti putri raja, tapi putri raja yang dikutuk nenek sihir.

Huwaaaaaa…. Mia berteriak, dalam hati saja.

Untung hapenya berbunyi, jd kehisterisannya cukup sampai disitu.

“Halo?” Kata Mia.

“Hai lagi apa adikku sayang?” Oh, Kak Dona ternyata, ia tak sempat melihat nama penelpon tadi saking semangatnya.

“Hmmm… Baru bangun kak, hehee” jawab Mia malu, ini sudah jam 10 memang.

“Ih dasar pemalas” canda kaka sepupunya itu.

“Ehh…”

Mia tak sempat menyahut karena Kak Dona memotong kalimatnya.
“Sudah jangan banyak cingcong. Itu tadi kaka ngenalin kamu sama temen kakak. Dia katanya udah add facebook kamu. Kenalan gih”.

“Whats? Siapa?” Mia bingung.

“Sudah lihat aja sendiri. Byee…” Telepon pun ditutup.

Aishhhh… Apa2an kakaknya itu. Mia langsung ke browser hapenya dan login ke facebooknya. Ia pun lupa tentang ayahnya, tentang perut laparnya, dan tentang bentol2 merah di wajahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: