Archive for May, 2012

Finding Destiny (Eps. 25) : Waktu

Sekarang sudah memasuki bulan Rajab, kemudian nanti Syaban dan Ramadhan. Hidup terasa begitu cepat dan Mia masih dengan penganggurannya.

Mia masih tidak mengerti kenapa tak ada satu perusahaanpun yang mau menerimanya.

Tapi Mia mencoba flashback lagi. Dan mungkin ini jawaban Tuhan untuk smua doanya.

Mia ingin pekerjaan yang tidak membebani, pekerjaan yang masih bisa menyeimbangkan kehidupannya, tidak work oriented.

Dan inilah Mia sekarang dengan bisnis olshopnya, yang alhamdulillah semakin maju.

Mia masih bisa terus bersama kedua orangtuanya, keluarganya. Ia punya banyak waktu untuk dirinya sendiri, bertemu teman2nya.

Yang terpenting ia punya lebih banyak waktu untuk menghadapNya. Ia bisa menjalankan amalan2 di bulan Rajab ini. Ia bisa lebih lama bercerita dan sujud kepada Tuhannya.

What a life? It’s so beautiful.

Mia masih punya satu rencana yang belum terwujud. Ia ingin memiliki bimbel sendiri, di rumahnya. Mia tampaknya memang sudah bosan jadi pegawai.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 24) : Cita2

Mia begitu shock ketika membaca sekali lagi info di koran itu. Pupus sudah smua harapannya. Ia memang terlalu teledor untuk tidak membaca setiap detilnya.

***

Mia benar2 merasa kehilangan passion pada hidupnya sendiri. Perasaan useless itu terus menghantuinya.

Dan ketika ia melihat lowongan pekerjaan itu, rasanya smua passionnya kembali, bahkan meningkat dari sebelumnya.
Pekerjaan itu adalah cita2nya dari dulu, saat kesempatan itu datang, apakah ia bisa menyia2kannya?

Walaupun itu berarti ia harus keluar dari zona nyamannya. Ya, aturan “bersedia ditempatkan diluar kota” itu bagaikan momok menakutkan bagi Mia.

Lalu ia harus bagaimana? Ia ingin bisa menggapai cita2nya, dan itu harus dengan pengorbanan bukan?

***

Dan…
Setelah hari2 berat yang dilaluinya, sambil sesekali memikirkan lowongan itu. Akhirnya pada tanggal 24 Mei ia mengirimkan lamarannya via ekspedisi. Masih sempat pikir Mia, toh paling lambat 1 minggu setelah iklan terbit.

Tapi…
Ia baru saja membaca ulang iklan itu. Ada pengecualian ternyata untuk lowongan yang ia lamar, paling lambat tanggal 25 Mei jam 11. Dug… Apakah ekspedisi itu mengantar tepat pada waktunya?

Mia benar2 harus mengubur cita2nya sampai disini. Apalagi ternyata ia tidak lengkap mengirim berkas. Bagaimana mungkin ia bisa melewatkan 1 kotak kecil di ujung yang berisi tentang berkas apa saja yang harus dilengkapi.

Mia diam, tak tahu harus bagaimana.
Mungkin ini bukan jalan hidupnya.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 23) : Hidup

Hidup ini cuma tentang ikhlas, sabar dan bersyukur.

Seberapa berat cobaan kalau kita memiliki ketiganya, maka smua akan terasa ringan.

Mia bukannya sok bijaksana, tapi ia sudah terlalu lelah untuk mengeluh. Apalagi untuk hidupnya sekarang, tanpa pekerjaan, tanpa suami. Lalu apa yang bisa ia lakukan?

Menonton acara tv “orang pinggiran” itu benar2 merupakan pencerahan bagi Mia. Ternyata dengan kesederhanaan hidupnya yang sekarang, ada orang yang masih jauh dibawahnya.

Ketika Mia ingin mengeluh makan tanpa sayur, seharusnya masih bersyukur ada lauk teman nasi, sedangkan ada yang hanya makan dengan garam atau kerupuk.

Meskipun kadang Mia tak punya uang, tapi bukankah ia tak pernah kekurangan?

Ah, hidup ini hanya sementara.
Keep smile Mia, seberat apapun hidup ini.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 22) : Dia

Memimpikanmu itu hobyku.
Memilikimu itu cita2ku.

***

Entah untuk keberapa kalinya Mia bermimpi cowo itu lagi. Mungkin asa nya pada Rama memang begitu besar, atau karena tidak ada cowo lain lagi yang bisa dipikirkannya?

Pagi ini Mia bangun dengan wajah cerah dan berseri, seperti biasanya setiap ia bermimpi Rama di tidurnya.

Bagaimana bisa memimpikannya saja Mia sudah merasa bahagia? Bagaimana kalau ia bisa benar2 bersama? Mia tak berani berharap karena ia tak ingin kecewa.

Saat ini memang hanya Rama, just Rama, only Rama. Walaupun so far so not good. Semakin kesini Mia merasa Rama semakin berbeda dan tidak masuk kriterianya. Tapi ia masih saja berani memimpikan pria itu.

Mia tak sabar, kapan jodohnya akan datang? Berapa lama lagi ia harus menunggu.

Hoaaaammm… Mia mengantuk, ia ingin melanjutkan mimpinya tentang Rama, meski di pagi yang cerah ini.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 21) : Jodoh

Mia baru saja mendapat berita dari Ria kalo bos nya di tempat kerja yang dulu akan menikah minggu ini. Itu berita yang cukup menghebohkan walaupun Mia tidak terkejut karena sudah sempat mendengar rencana itu sebelumnya.

Tapi… Masalahnya adalah bosnya itu duda, dan ada teman sekantor Mia yang menaruh hati padanya. Mia tak dapat memikirkan bagaimana perasaan Kak Atik saat ini, orang yang kita sukai menikah di saat rasa suka itu begitu menggebu.

Kadang Mia merasa hidup tidak adil, bosnya itu yang sudah pernah menikah dan gagal, mendapat kesempatan kedua dengan orang yang berbeda. Sedangkan orang seperti dirinya dan Kak Atik sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan itu.

Mia melihat teman2nya, yah setidaknya mereka saat ini punya seseorang yang bisa disebut pacar. Walaupun belum tentu pacar itu adalah jodoh mereka. Paling tidak ada seseorang lah yang bisa diharapkan dan “dipamerkan”.

Dan Mia… saat ini ia tak punya siapa2. Satu2nya orang yang dekat dengannya adalah Rama, itupun sepertinya Rama tak pernah mengganggapnya lebih.

Dan Mia… Masih punya setumpuk cinta untuk Frans. Apa karena itu? Ia tak diberi kesempatan. Mungkin ia memang harus menghabiskan rasa cintanya pada Frans untuk bisa membuka hati lagi. Agar tak ada yang tersakiti.

Mia masih sangat penasaran siapakah jodohnya? Kapankah mereka akan bertemu?

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 20) : Fat

“Mia…apa2an itu?” Tegur ayahnya saat mereka semua makan malam.

Mia diam saja, ia juga bingung apa yang ditanyakan ayahnya.

“Kamu kebanyakan ngambil nasinya. Nanti terbuang sia2” jelas ayah Mia sambil melihat ke arah piring anaknya itu.

“Ya gapapa lah kalo dihabisin, ya kan Mia?” Lerai Mamanya.

Mia tetap diam dan memakan nasi di piringnya. Ia yakin bisa menghabiskan segunung nasi itu. Entah kenapa ia merasa sangat lapar tadi dan kalap mengambil nasi. Mau tidak mau ia harus menghabiskannya karena ia merasa tertantang dengan ketidakyakinan ayahnya.

Segunung nasi itu habis dalam sekejap. Entahlah Mia tadi sempat membaca doa sebelum makan atau tidak. Yang pasti ada perubahan positif dari Mia. Ia tak pernah mengeluh lagi. Apapun makanan yang dihidangkan mamanya, selalu disantapnya dengan lahap. Tentu saja Mia harus tahu diri, sebagai parasit ia sama sekali tidak boleh mengeluh.

Ia harus bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Apalagi di TV ia sering sekali melihat ada begitu banyak orang yang kurang beruntung dibanding dirinya. Lalu masihkah ia bisa tidak tersenyum? Sangat tidak bijak kalau ia merasa kekurangan sedang masih ada orang yang jauh lebih kekurangan.

Selain hal2 diatas, Mia sangat ingin satu hal. Ia ingin gemuk. Bukannya tidak mensyukuri apa yang dimilikinya sekarang, tapi ia merasa ingin saja. Semoga Mia bisa gendut.

Leave a comment »

Finding Destiny (Eps. 19) : Friend

Malam ini Mia merasa otaknya overload, terlalu banyak yang ia pikirkan, ini dan itu.

Entahlah, Mia jadi kepikiran Rina yang pergi dengan Ria. Selama ini kan Rina adalah teman akrab Mia, dan sekarang nampaknya Rina mulai akrab dengan Ria. Mungkin Mia cemburu, ah tidak. Sepertinya Mia iri saja mengetahui mereka jalan bareng nonton di Mall, sedang Mia terkurung dirumahnya sendiri. Karena ia pengangguran, dan ga mungkin banget Mia ikut mereka nonton, uang darimana?

Oke, Mia harus melupakan itu. Tak ada gunanya ia memenuhi pikirannya yang sudah penuh ini dengan hal seperti itu. Biarkan Rina akrab dengan Ria, toh mereka 1 kantor, why not?

Dan tiba2 saja temannya yang lain, Natly nge RT tweet nya. Mia bingung, dari gelagatnya sih Natly tersinggung dengan tweet yang diketik Mia. Lalu ia putuskan untuk tidak me reply RT an itu.

Tapi…Natly meng copy tweet Mia dan mengirimnya ke bbm. Menanyakan apa maksud Mia. Padahal Mia cuma ingin bercanda. Mia pusing, tak tahu harus jawab apa. Jadi ia tak menjawab bbm itu.

Hal selanjutnya yang ia lakukan adalah menghapus tweet nya tadi. Sudahlah, ini jangan diperpanjang.
Semoga Natly tidak serius dengan tersinggungnya.

Leave a comment »