Bumil Ngidam Pizza Hut

Sebenarnya sudah lama kalo tiap liat iklan pizza hut itu berasa ngiler2 gimana gitu. Tapi entah kenapa hari ini rasa itu mencapai klimaksnya. 

Mama pengen pizza sekarang!!! 

Papa langsung repot bbm dan telpon sana sini. Dan rata2 mereka baru balik dari bjm ke batulicin besok. 

Pengen hari ini Pa….

Kemudian ingatlah pada Ina.

Tarraa…

Hubungi Ina, dan dia ada di bjm gaes.

Eh tapi tapi ngirimnya lewat mana?

Ooh travel aja. Telpon lah supir travel, tarifnya 50rb, okelah demi si baby ini. Lagian katanya pizza akan diantar sampe rumah juga.

Sang supir bilang berangkat habis magrib, berarti pizza itu akan tiba tengah malam.

Its oke, mama tungguin. 

Habis magrib Ina sudah standby di pizza hut. Daaaan seperti biasa si supir baru datang jam 8 pemirsahh.

Terus kata Ina itu mobil masih kosong.

Oala berarti sampe sini jam berapa yaaaa….

Malam itu Mama dan Papa tidur tidak nyenyak karena si supir yang sering banget nelpon dan ujung2nya dia malah nyuruh Papa nunggu di luar. Walau dengan kesal Papa mau juga.

Jam 2 Papa ke depan jalan ngambil pizza. Pas tu pizza nyampe mama langsung makan dengan lahap.

Makasih papa, makasih Ina.

Ngidam Bumil terpenuhi.

Mana si Ina ga mau dibayar lagi pizza nya.

Memang the besfren Ina mah.

Kita doakan aja Aunty Ina moga cepat ketemu jodohnya ya Nak ya…

Jangan ngidam yang aneh2 lagi ya sayang Mama.

Mama dan Papa sayang kamu.

Advertisements

Leave a comment »

Assalamu alaikum Nak

Alhamdulillah… 

Hari ini akhirnya Mama bisa melihat kamu Sayang. Dari pagi mama sudah janjian sama kamu supaya kamu jangan ngumpet lagi.

Senangnya Mama hari ini Sayang.

Ga sabar pengen ketemu kamu 2 minggu lagi.

Terimakasih Papa yang sudah sangat luar biasa. 

Kita harus kuat sayang karena Papa sudah melakukan banyak hal untuk kita.

I love you sayang. 

Mama langsung jatuh cinta di pertemuan pertama kita.

Leave a comment »

Mom To Be

Sehat2 terus ya kesayangan Mama.

Papa dan Mama sayang kamu 😘😍

Leave a comment »

Tanpa Jarak Lebih Asik

Bahagia.
Senang.
Gembira.
Mungkin itu yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini.

Dia.
Membuatku tak berhenti ketawa.
Membuatku merasa hidup lebih berwarna.

Setiap hari penuh dengan kejutannya.
Membuatku berpikir apalagi untuk hari ini, esok dan seterusnya.

Terimakasih Tuhan.
Bersamanya aku senang.
Selamat tinggal jarak.
Aku merasa lebih nyata karena kau ada.

Leave a comment »

Semakin Lemah Semakin Dijajah

Entahlah.
Aku juga bingung kenapa hidupku slalu penuh drama.
Jarang sekali semua lancar begitu saja.
Bahkan perjalanan pulang ke rumah pun slalu ada cerita.
Mulai dari dimuntahin lah, supir yang ternyata baru dan justru jadi aku penunjuk jalan lah, kena macet hampir 2 jam lah, begitupula kali ini.

Aku terkejut ketika pegawai restoran itu lagi2 menyapaku “Hai Ibu cantikkk” sapanya. Aku langsung senyum, jarang banget gitu loh gue dipanggil cantik, walaupun depannya harus ada embel2 ibu 😒😌.

Beberapa hari yang lalu pegawai itu juga menyapaku saat aku ngutak-atik hape, “barusan kamu ya yang ping aku” sapanya dengan akrab. Aku bingung tapi tersenyum.

Kenapa yaaa??? Apakah efek krim cantiq yang sedang kupakai? Haha…

Sebenarnya bukan itu sih inti cerita kali ini. Tapiiii intinya itu adalah semakin lemah maka semakin dijajah. Shit!!!

Aku benar2 sebal dengan ibu2 itu. Jam dimana harusnya aku sudah di rumah dan rebahan dengan santai, eh sekarang aku malah masih di mobil dan bahkan tak tau berapa lama lagi baru sampe rumah.

Jadiii…. Selama ini kan yah gue slalu diantar duluan. Tapi kali ini tuh Ibu minta ke rumahnya dulu, katanya kalo ke tempatku dulu itu muter en dia bakalan telat. Pake alasan anak sakit lah, suami sudah nungguin lah. Ishh…

Pas lewat jalan rumahku itu aku ketiduran sih, jadinya ga bisa berdebat ma tuh Ibu. Padahal yah mending nganter aku dulu daripada kaya sekarang, aku benar2 menghargai setiap menit dalam hidupku.

Si supir terus bercerita tentang kekesalannya ke Ibu itu padaku. Ah yasudahlah, aku tak usah menambah beban si supir dengan semua kebeteanku.

Dari awal juga sudah terlihat sombongnya tuh Ibu saat dia nelpon pengasuh anaknya. Bossy banget, asleee…
Terus saat dia nanya2 gaji si supir en dengan sombongnya cerita bahwa dia ngegajih supirnya lebih dari itu.
Eh kemudian dia nanya2 gue en bilang gue masih cpns. Ya ga terimalah aku, ku jawab pertanyaannya dengan setengah sadar dan bete.
Eh ternyata dia kenal bos gue, ih siapa sih ni orang, benar2 sok banget.
Aku sebel bangets deh pokoknya.
Pas dia turun en nyapa aku aja aku cuekin.
Seenaknya sih dia mikirin urusannya doank, mentang2 lebih kaya atau lebih hebat atau lebih apalah apalah…

Ini keduakalinya aku mengalah harus diajak muter2. Huhuhu…
Makanya jangan lemah nanti makin dijajah #noted

Leave a comment »

Tentang 2 Orang Yang Pernah Bersama

Homesick.
Makanya ga suka sepi, sunyi, karena pasti akan merasa sendiri.

***

Entah sudah hari keberapa aku tanpa kabarnya.
Semua terasa biasa saja.
Bukan, ini bukan semacam perasaan percaya bahwa dia baik-baik saja atau yakin dia tidak kemana-mana.

Tapi ini karena kami tak ada apa-apa.

***

Cerita kami yang sebatas hampir, cuma perasaan sesaat yang numpang mampir.

Kalau ditanya apakah aku bahagia, tentu saja aku bahagia.
Kalau tidak bahagia tentu aku takkan pernah mau bersama.

Selamat tinggal kamu.
Sampai jumpa di pelaminan.

Leave a comment »

KRL Memories

Di KRL, tanganku masih erat berpegangan di handle kereta. Capek juga berdiri. Masih belum ada kursi kosong yang bisa kutempati.
Aku jadi teringat kejadian satu minggu lalu.

***

Lelaki ini menghilangkan mood ku. Aku jadi tidak semangat lagi untuk mengelilingi kota tua yang begitu ingin ku kunjungi ini.
“Mau kemana lagi?” tanyanya.
“Pulang” jawabku singkat.

Beberapa saat kemudian kami pun sudah di kereta. Berkat dia aku bisa langsung dapat tempat duduk. Detik selanjutnya kami ngobrol asik.
Ah ternyata dia orang yang menyenangkan juga.
Kenapa tadi pas di kota tua dia begitu menyebalkan.

Di stasiun berikutnya, ada dua orang cewe yang berdiri di hadapan kami. Mereka bercerita dengan serunya. Kami pun terdiam. Aku juga jadi asik mendengarkan cerita cewe itu. Tentang pengalamannya di kereta, tentang orang yang slalu diperhatikannya tiap naik kereta dan tentang curahan hatinya haha…

Stasiun Gondangdia, ada yang turun, kemudian kedua wanita itu dengan semena2nya duduk di antara kami. Kami pun berpandangan dari belakang. Ah sudahlah, aku tidur saja.

Tidurku tak nyenyak karena nanti di Tebet dia akan turun. Masa aku tidur dan tidak ber say gudbay.

Stasiun Tebet, kami berpandangan lagi. “Aku antar sampe Bogor” katanya. Aku ternganga. “Sudah kamu tidur aja” sambungnya.

Aku pun mulai memejamkan mata.
Ahhh… Kenapa dia jadi so sweet??
Atau jangan2 dia belum pernah ke Bogor, jadi sekalian? Haha…

Oke, mari tidur.
Aku tidur dengan nyenyaknya sampai mendengar pemberitahuan di Stasiun Depok. Aku membuka mata dan lelaki ini berdiri di hadapanku. Sumpah itu adegan romantis banget, kalo kalian pernah nonton drama korea pasti gampang membayangkannya.
Posisiku duduk dan dia berdiri di hadapanku seolah sedang menjagaku yang sedang tidur.
Aku pura2 tidur lagi aja ahhh… Hahaha…

image

Ilustrasi nya sama seperti gambar. Aku yang duduk dan dia berdiri di hadapanku seolah menjaga dan sambil memandangiku yang sedang tidur haha…

Stasiun Bogor…
Aku terbangun. Dan disambut dengan ucapan “gimana puas tidurnya?” dia sudah duduk disampingku.
“Haha puas banget” sahutku.
“Yuks turun” ajaknya.
Kami pun berjalan berdampingan. Ia mengantarku sampe pintu keluar dan ia kembali ke Jakarta.

***
“Jay…  Woy jangan ngelamun. Tuh siap2 Ibu itu mau turun, buruan rebut kursinya” kata Irma.
Ahhh… Tak ada lagi lelaki itu yang bisa menjagaku.

Leave a comment »